Advertisement

Turki Dukung AS Berlakukan Zona Larangan Terbang di Suriah

  • Komentar:
  • View: 496
Turki Dukung AS Berlakukan Zona Larangan Terbang di Suriah
WartaNews, Ankara - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara akan mendukung Amerika Serikat jika Washington berencana untuk memberlakukan zona larangan terbang di Suriah.

"Sejak awal kita akan berkata ya," kata Erdogan dalam menanggapi pertanyaan selama wawancara dengan NBC News bahwa apakah Turki akan kembali mendukung seperti langkah potensial oleh AS terhadap Suriah.

Pemerintah Suriah mengatakan Turki telah memainkan peran kunci dalam mendorong kerusuhan di Suriah dengan pendanaan, pelatihan dan mempersenjatai teroris sejak kekacauan meletus pada Maret 2011.

Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan pada April bahwa pemerintah Turki secara resmi menjadi pelabuhan teroris dan mengirimkannya ke Suriah.

Pada tanggal 19 Maret, Panglima Tertinggi Sekutu Eropa NATO (SACEUR) Laksamana James Stavridis, yang merupakan komandan Komando Eropa AS, mengatakan negara-negara anggota aliansi militer telah mengadakan negosiasi menegakkan zona larangan terbang di atas Suriah dan memberikan dukungan senjata mematikan untuk kelompok teroris, Washington Post melaporkan.

Di bagian lain dari wawancara NBC, perdana menteri Turki lebih lanjut menegaskan klaim bahwa Suriah telah menggunakan senjata kimia dalam memerangi teroris yang disponsori asing.

Bertentangan dengan tuduhan tidak berdasar Erdogan, Komisi Independen Penyelidikan PBB terhadap Suriah mengatakan pada tanggal 5 Mei bahwa ia menemukan kesaksian dari para korban dan staf medis yang menunjukkan teroris telah menggunakan kimia agen saraf sarin di Suriah, yang telah diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal di Resolusi PBB 687.

Komisi penyelidikan PBB juga mengatakan bahwa ia tidak dapat menemukan bukti bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap militan.

Pada tanggal 19 Maret, lebih dari dua lusin orang tewas dan banyak lainnya luka-luka ketika militan menembakkan rudal yang mengandung zat kimia di sebuah desa dekat kota barat laut Aleppo, menurut laporan oleh kantor berita resmi Suriah, SANA.

Perdana menteri Turki juga mengatakan dalam wawancara bahwa Amerika Serikat harus memikul tanggung jawab lebih dan mengambil langkah lebih lanjut mengenai isu senjata kimia di Suriah.

"Dan seperti apa langkah-langkah yang akan diambil, kita akan berbicara tentang hal ini." kata Edrogan. (*/rok)
Advertisement
Advertisement
BUPATI DIBENTAK KELUAR SAAT PERHITUNGAN SUARA PAPUA
BREAKING NEWS
NOMOR URUT 1 DIPAKSA MENGILANGKAN SUARA HINGGA 0 % DI PAPUA
BREAKING NEWS
PARA SAKSI KPU WILAYAH PAPUA DIANCAM SAAT PERHITUNGAN SUARA
BREAKING NEWS
KOTAK HITAM MH17 AKHIRNYA DIKETEMUKAN
BREAKING NEWS
MIROSLAV KLOSE PENSIUN TAHUN 2015
BREAKING NEWS
GEMPA 5,3 SR GUNCANG SULAWESI TENGGARA
BREAKING NEWS
JERMAN JUARA PIALA DUNIA 2014
BREAKING NEWS
PRABOWO-HATTA UNGUL ATAS JOKOWI DI LUAR NEGERI
BREAKING NEWS
TRUK BERMUATAN MIRAS TERBALIK DI TOL CIKAMPEK
BREAKING NEWS
POLDA HATI-HATI SELIDIKI KETERLIBATAN GURU JIS
BREAKING NEWS