Advertisement

Turki Dukung AS Berlakukan Zona Larangan Terbang di Suriah

  • Komentar:
  • View: 534
Turki Dukung AS Berlakukan Zona Larangan Terbang di Suriah
WartaNews, Ankara - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara akan mendukung Amerika Serikat jika Washington berencana untuk memberlakukan zona larangan terbang di Suriah.

"Sejak awal kita akan berkata ya," kata Erdogan dalam menanggapi pertanyaan selama wawancara dengan NBC News bahwa apakah Turki akan kembali mendukung seperti langkah potensial oleh AS terhadap Suriah.

Pemerintah Suriah mengatakan Turki telah memainkan peran kunci dalam mendorong kerusuhan di Suriah dengan pendanaan, pelatihan dan mempersenjatai teroris sejak kekacauan meletus pada Maret 2011.

Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan pada April bahwa pemerintah Turki secara resmi menjadi pelabuhan teroris dan mengirimkannya ke Suriah.

Pada tanggal 19 Maret, Panglima Tertinggi Sekutu Eropa NATO (SACEUR) Laksamana James Stavridis, yang merupakan komandan Komando Eropa AS, mengatakan negara-negara anggota aliansi militer telah mengadakan negosiasi menegakkan zona larangan terbang di atas Suriah dan memberikan dukungan senjata mematikan untuk kelompok teroris, Washington Post melaporkan.

Di bagian lain dari wawancara NBC, perdana menteri Turki lebih lanjut menegaskan klaim bahwa Suriah telah menggunakan senjata kimia dalam memerangi teroris yang disponsori asing.

Bertentangan dengan tuduhan tidak berdasar Erdogan, Komisi Independen Penyelidikan PBB terhadap Suriah mengatakan pada tanggal 5 Mei bahwa ia menemukan kesaksian dari para korban dan staf medis yang menunjukkan teroris telah menggunakan kimia agen saraf sarin di Suriah, yang telah diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal di Resolusi PBB 687.

Komisi penyelidikan PBB juga mengatakan bahwa ia tidak dapat menemukan bukti bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap militan.

Pada tanggal 19 Maret, lebih dari dua lusin orang tewas dan banyak lainnya luka-luka ketika militan menembakkan rudal yang mengandung zat kimia di sebuah desa dekat kota barat laut Aleppo, menurut laporan oleh kantor berita resmi Suriah, SANA.

Perdana menteri Turki juga mengatakan dalam wawancara bahwa Amerika Serikat harus memikul tanggung jawab lebih dan mengambil langkah lebih lanjut mengenai isu senjata kimia di Suriah.

"Dan seperti apa langkah-langkah yang akan diambil, kita akan berbicara tentang hal ini." kata Edrogan. (*/rok)
Advertisement
MENANTU AM HENDROPRIYONO, MAYJEN TNI MUHAMMAD ANDIKA PERKASA MENJADI KOMANDAN PASUKAN PENGAMANAN PRESIDEN JOKOWI
BREAKING NEWS
PRABOWO SUBIANTO HADIRI PELANTIKAN JOKO WIDODO-JUSUF KALLA
BREAKING NEWS
JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA RESMI MENJADI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BREAKING NEWS
JOKOWI-JK IKUTI GELADI KOTOR PELANTIKAN DI SENAYAN
BREAKING NEWS
PERUSAHAAN MICROSOFT AKAN MEMANGKAS 18.000 PEKERJANYA PADA TAHUN 2015
BREAKING NEWS
PEMILIHAN PIMPINAN MPR, KOALISI INDONESIA HEBAT KEOK
BREAKING NEWS
WARTANEWS.COM MENGUCAPKAN SELAMAT HUT TNI KE 69
BREAKING NEWS
GUGATAN UU MD3 PDIP DITOLAK MK
BREAKING NEWS
Hull City vs Manchester City 2-4
BREAKING NEWS
Chelsea vs Aston Villa 3-0
BREAKING NEWS