Advertisement

Hizbullah: AS dan Sekutunya Tak Akan Mampu Runtuhkan Suriah

  • Komentar:
  • View: 1203
Hizbullah: AS dan Sekutunya Tak Akan Mampu Runtuhkan Suriah
WartaNews, Al Qusayr - Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan tujuan dari plot Barat untuk memicu krisis di Suriah adalah untuk mengurangi negara dalam serangkaian kemungkinanan negara tanpa pemerintahan pusat yang kuat.

"Tujuan di balik apa yang terjadi di Suriah tidak hanya untuk menghapus Suriah dari poros perlawanan. Satu keyakinan bisa mengatakan bahwa tujuan dari semua orang di balik kerusuhan di Suriah adalah untuk menghancurkan negara, masyarakat, dan militer Suriah dalam rangka untuk mengubah Suriah menjadi negara gagal yang tidak bisa membuat keputusan mengenai minyak, gas, dan asetnya," kata Nasrallah dalam pidato yang disiarkan televisi di Beirut.

Pemimpin gerakan perlawanan Lebanon menambahkan bahwa negara-negara Arab dan Barat tertentu berusaha untuk menghancurkan Suriah untuk mengendalikan sumber daya dan melemahkan perannya di kawasan dan arena internasional.

"Negara-negara ini telah mengatakan bahwa Suriah memainkan peran yang jauh lebih besar dari yang seharusnya. Jadi mereka ingin Suriah menjadi rapuh, hancur, dan lapar," kata Nasrallah.

Sekjen Hizbullah juga mencela fatwa yang dikeluarkan oleh sejumlah ulama mengenai serangan terhadap pekerja pemerintah dan tentara Suriah, dengan alasan bahwa panggilan tersebut hanya akan menambah pertumpahan darah di Suriah dan mempersulit situasi di lapangan.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa ada dua pendekatan yang berbeda untuk krisis Suriah: satu mendorong penggulingan pemerintah dan yang lain bersikeras dialog dan solusi politik untuk konflik.

Nasrallah menyatakan bahwa oposisi Suriah tidak cukup berani untuk masuk ke dalam pembicaraan dengan pemerintah Suriah karena mereka takut reaksi potensi negara mengobarkan kerusuhan di Suriah.

Kenyataan bahwa konflik di Suriah telah berlangsung selama dua tahun menunjukkan bahwa pemerintah di Damaskus tidak dapat dikalahkan dengan cara militer, ia berpendapat.

Pemerintah Presiden Bashar al-Assad tidak bisa digulingkan oleh agresi militer, dan sekutu-sekutunya akan mencegah hasil seperti dari yang pernah terjadi, ia menambahkan.

"Suriah memiliki teman-teman yang tidak akan memungkinkan untuk jatuh ke tangan Amerika Serikat, Israel, atau kelompok takfiri (orang yang percaya bahwa mereka adalah satu-satunya Muslim sejati). Bagaimana mereka akan melakukan hal ini? Aku akan menjelaskan ini nanti," katanya.

"Saya mengatakan ini berdasarkan informasi bukan angan-angan," kata Nasrallah.

Dia juga mengatakan bahwa negara Lebanon tidak dapat memenuhi tugasnya membela warga Lebanon yang tinggal di kota-kota di perbatasan Suriah.

"Kami pasti tidak akan membiarkan Lebanon di pedesaan al-Qusayr mendapat serangan dari kelompok bersenjata, dan jika seseorang ingin membantu untuk tinggal di desa mereka, maka kita tidak akan ragu untuk menawarkan bantuan ini," kata Nasrallah.

Membela rakyat Lebanon di wilayah al-Qusayr tidak memerlukan otorisasi dari pihak manapun, ia menambahkan.

"Ini adalah masalah moral dan kemanusiaan. Kami tidak berbicara tentang orang-orang dari sekte tertentu tetapi tentang semua warga Lebanon yang tinggal di pedesaan al-Qusayr," kata pemimpin Hizbullah.

Nasrallah juga menepis laporan yang mengklaim bahwa pasukan Iran hadir di Suriah. (*/nok)
Advertisement
PERANG BARU PERBATASAN SURIAH - TURKI
BREAKING NEWS
BOM MOBIL TEWASKAN BELASAN WARGA IRAK
BREAKING NEWS
Manchester City vs Chelsea 1 - 1
BREAKING NEWS
AYATULLAH SISTANI: IRAN KUAT BUKAN KARENA NEGARA ASING
BREAKING NEWS
HOUTHI JALIN GENCATAN SENJATA DENGAN TENTARA YAMAN
BREAKING NEWS
SCOTLANDIA INGIN MEMISAHKAN DIRI DARI INGGERIS RAYA MELALUI REFRENDUM
BREAKING NEWS
RAJA ARAB SAUDI ABDULLAH MENGINGATKAN BARAT ATAS ANCAMAN TERORISME DARI TIMUR TENGAH
BREAKING NEWS
ANTI TEROR AUSTRALIA MENANGKAP 15 ANGGOTA YANG DIDUGA KELOMPOK ISIL
BREAKING NEWS
OBAMA TIDAK MENGIJINKAN TENTARA DARATNYA MENGHADAPI ISIS DI IRAK
BREAKING NEWS
DEMO BERSAR YAMAN VESRI KEDUA, SIAP LEBIH KACAU
BREAKING NEWS