Advertisement

Iran Harapkan Hukum Internasional Netral, Independen & Apolitis

  • Komentar:
  • View: 666
Iran Harapkan Hukum Internasional Netral, Independen & Apolitis
WartaNews, Teheran - Deputi Wakil Tetap Iran untuk PBB Gholam Hossein Dehqani menyerukan langkah-langkah hukum terhadap agresor untuk pembentukan perdamaian dan keamanan di seluruh dunia.

"Iran percaya bahwa penuntutan dan penghukuman terhadap agresor dan pelaku kejahatan internasional yang mengerikan akan mempromosikan perdamaian dan keamanan internasional serta membawa perdamaian dan ketenangan ke negara-negara di dunia," kata Dehqani dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada debat tematik tentang Peran Internasional Pidana Keadilan dalam Rekonsiliasi di New York.

Dia menggambarkan kejahatan agresi sebagai "ibu dari semua kejahatan internasional" dan menambahkan bahwa cara di mana Pengadilan Kriminal Internasional menangani masalah luas dapat mempengaruhi kampanye melawan impunitas.

Pejabat Iran menekankan bahwa penuntutan pelaku kejahatan internasional harus tetap netral, independen, apolitis dan juga harus menghindari standar ganda.

Melalui sistem peradilan internal aturan hukum yang lebih baik dapat berlaku di masyarakat dan kejahatan dapat dicegah, diselidiki, dituntut dan dihukum dengan maksud untuk memperkuat perdamaian dan ketertiban, Dehqani menambahkan.

Dia mengatakan pertama kalinya dalam Konferensi Review Statuta Roma tentang Mahkamah Pidana Internasional adalah "kesempatan besar" untuk mengembangkan sistem hukum yang efisien untuk menangani pelaku kejahatan internasional, tetapi kesempatan itu hilang menyusul keengganan beberapa anggota Dewan Keamanan.

"Konferensi peninjauan berhasil mendefinisikan kejahatan agresi yang merupakan langkah maju dan langkah yang akan berfungsi sebagai pengingat kepada negara-negara yang mempekerjakan tenaga dan ancaman kekerasan terhadap orang lain bahwa perbuatan mereka tidak akan ditinggalkan tanpa tanggung jawab yang ketat," Dehqani menyatakan.

Dia mengecam badan-badan internasional yang tetap diam tentang kekejaman yang dilakukan oleh diktator Irak Saddam Hussein yang digulingkan dan dieksekusi selama perang Irak terhadap Iran pada tahun 1980.

Dia memperingatkan bahwa sikap seperti itu cenderung akan mengirim "pesan buruk" bagi mereka yang memiliki "rencana setan" untuk melancarkan serangan agresif di kawasan Timur Tengah.

Utusan Iran mengatakan bahwa respon "cepat dan tepat" oleh masyarakat internasional bisa menghentikan agresi. (*/lok)
Advertisement
AHOK RESMI MENJADI GUBERNUR DKI JAKARTA
BREAKING NEWS
BBM RESMI NAIK, PREMIUM RP 8.500 - SOLAR RP 7.500
BREAKING NEWS
BENJAMIN NETANYAHU: IRAN ADALAH MUSUHNYA AMERIKA,IRAN JUGA BUKAN SOLUSI MELAINKAN MASALAH BUAT TIMUR TENGAH
BREAKING NEWS
3 WARTAWAN DIPUKUL OKNUM POLISI DI MAKASAR
BREAKING NEWS
YASONA LAOLY PUTERA NIAS PERTAMA YANG MENJADI MENTERI
BREAKING NEWS
MENANTU AM HENDROPRIYONO, MAYJEN TNI MUHAMMAD ANDIKA PERKASA MENJADI KOMANDAN PASUKAN PENGAMANAN PRESIDEN JOKOWI
BREAKING NEWS
PRABOWO SUBIANTO HADIRI PELANTIKAN JOKO WIDODO-JUSUF KALLA
BREAKING NEWS
JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA RESMI MENJADI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BREAKING NEWS
JOKOWI-JK IKUTI GELADI KOTOR PELANTIKAN DI SENAYAN
BREAKING NEWS
PERUSAHAAN MICROSOFT AKAN MEMANGKAS 18.000 PEKERJANYA PADA TAHUN 2015
BREAKING NEWS