• BREAKING NEWS
  • RYAN GIGGS GANTIKAN POSISI DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • POLISI SEGERA PANGGIL KEPALA SEKOLAH JISBREAKING NEWS
  • KONFLIK PPP TAK PENGARUHI PENCAPRESAN PRABOWOBREAKING NEWS
  • PKL SERBU KANTOR RIDWAN KAMILBREAKING NEWS
  • KPK DIDESAK UNTUK USUT BCABREAKING NEWS
  • GAGAL NYAPRES, RHOMA IRAMA JADI RAJA DANGDUT LAGIBREAKING NEWS
  • HADI POERNOMO DICEGAH KE LUAR NEGERIBREAKING NEWS
  • MANCHESTER UNITED RESMI PECAT DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • REAL MADRID JUARA COPA DEL REY USAI TAKLUKKAN BARCELONA 2-1BREAKING NEWS
  • HANURA BATAL USUNG WIN-HTBREAKING NEWS
  • EMIR MOEIS DIVONIS 3 TAHUN PENJARABREAKING NEWS
  • PKS UTAMAKAN KOALISI DENGAN PARTAI ISLAMBREAKING NEWS
  • KPK: ANAS URBANINGRUM TERANCAM HUKUMAN BERATBREAKING NEWS
  • DISDIK DKI: UN DI JAKARTA SUDAH SIAP 100%BREAKING NEWS
  • KPK PERIKSA PETINGGI TV ONE DAN ANGGOTA POLRI TERKAIT KASUS ANASBREAKING NEWS
  • RANO KARNO DISEBUT TERIMA RP 2 MILIAR DARI WAWANBREAKING NEWS
  • PEMPROV DKI TARGETKAN SUNGAI BEBAS SAMPAH TAHUN 2015BREAKING NEWS
  • PANWASLU DESAK KPU SEGERA PUBLIKASIKAN PELANGGAR KAMPANYEBREAKING NEWS
  • KM 90 MACET TOTAL TANPA PENGAWASAN PIHAK YANG TERKAIT SEJAK KAMIS 27/08/14BREAKING NEWS
  • KM 90 TOL CIPULARANG KEMBALI AMBRUK SATU TRUK KONTAINER AMBLAS DI BAHU JALANBREAKING NEWS
HOME  »  TIMUR-TENGAH  »  SIYASAH

Jumat, 12 April 2013 17:07 WIB

Iran Harapkan Hukum Internasional Netral, Independen & Apolitis

  • Views: 526
  • Komentar:
Iran Harapkan Hukum Internasional Netral, Independen & Apolitis

WartaNews, Teheran - Deputi Wakil Tetap Iran untuk PBB Gholam Hossein Dehqani menyerukan langkah-langkah hukum terhadap agresor untuk pembentukan perdamaian dan keamanan di seluruh dunia.

"Iran percaya bahwa penuntutan dan penghukuman terhadap agresor dan pelaku kejahatan internasional yang mengerikan akan mempromosikan perdamaian dan keamanan internasional serta membawa perdamaian dan ketenangan ke negara-negara di dunia," kata Dehqani dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada debat tematik tentang Peran Internasional Pidana Keadilan dalam Rekonsiliasi di New York.

Dia menggambarkan kejahatan agresi sebagai "ibu dari semua kejahatan internasional" dan menambahkan bahwa cara di mana Pengadilan Kriminal Internasional menangani masalah luas dapat mempengaruhi kampanye melawan impunitas.

Pejabat Iran menekankan bahwa penuntutan pelaku kejahatan internasional harus tetap netral, independen, apolitis dan juga harus menghindari standar ganda.

Melalui sistem peradilan internal aturan hukum yang lebih baik dapat berlaku di masyarakat dan kejahatan dapat dicegah, diselidiki, dituntut dan dihukum dengan maksud untuk memperkuat perdamaian dan ketertiban, Dehqani menambahkan.

Dia mengatakan pertama kalinya dalam Konferensi Review Statuta Roma tentang Mahkamah Pidana Internasional adalah "kesempatan besar" untuk mengembangkan sistem hukum yang efisien untuk menangani pelaku kejahatan internasional, tetapi kesempatan itu hilang menyusul keengganan beberapa anggota Dewan Keamanan.

"Konferensi peninjauan berhasil mendefinisikan kejahatan agresi yang merupakan langkah maju dan langkah yang akan berfungsi sebagai pengingat kepada negara-negara yang mempekerjakan tenaga dan ancaman kekerasan terhadap orang lain bahwa perbuatan mereka tidak akan ditinggalkan tanpa tanggung jawab yang ketat," Dehqani menyatakan.

Dia mengecam badan-badan internasional yang tetap diam tentang kekejaman yang dilakukan oleh diktator Irak Saddam Hussein yang digulingkan dan dieksekusi selama perang Irak terhadap Iran pada tahun 1980.

Dia memperingatkan bahwa sikap seperti itu cenderung akan mengirim "pesan buruk" bagi mereka yang memiliki "rencana setan" untuk melancarkan serangan agresif di kawasan Timur Tengah.

Utusan Iran mengatakan bahwa respon "cepat dan tepat" oleh masyarakat internasional bisa menghentikan agresi. (*/lok)

QR Code

Scan untuk membuka halaman ini di smartphone Anda

QR Code

Video

Advertisement