Advertisement

Pertempuran Syiah Vs Sunni

  • Komentar:
  • View: 1769
Pertempuran Syiah Vs Sunni
Jakarta - Sekitar seribu personel pasukan khusus Arab Saudi beserta 500 polisi Uni Emirat Arab, telah memasuki Bahrain Senin (14/3) kemarin,

Runtuhnya rezim pemerintahan di Tunisia dan Mesir, membuka kotak pandora bagi semua rezim berkuasa di dunia Arab, tak terkecuali di Bahrain.

Beberapa alasan menjadi dasar bagi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk memasuki Bahrain, antara lain karena permintaan pemerintah Bahrain sendiri agar Saudi beserta para negara yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Negara Teluk (GCC), melakukan "intervensi militer" ke negara itu, untuk membantu "meredakan ketegangan."

Selain itu, alasan lain adalah untuk membantu memulihkan ketertiban di kerajaan Teluk itu, karena ribuan demonstran, sebagian besar warga Syiah, menduduki distrik bisnis di ibukota Manama, hingga dikhawatirkan dapat mengganggu pondasi perekonomian negara.

Alasan ingin melindungi fasilitas pemerintah, seperti tempat pasokan air dan listrik, juga menjadi dasar bagi Saudi untuk mengirimkan pasukan.

Tetapi Arab Saudi yang menjadi salah satu pilar dalam GCC nampaknya  tidak dapat membiarkan jatuhnya kekuasaan pemerintahan berbasis Sunni di Bahrain.

Karena bila pemerintah jatuh, maka ancaman Syiah sudah di depan mata. Bahrain bakal menjadi negara Syiah dan otomatis akan menjadi menjadi sekutu  Iran, sehingga menjadi ancaman bagi Arab Saudi. Kelompok Syiah akan menjadi sebuah kekuatan politik baru dan kejatuhan Bahrain akan mempunyai "efek domino" bagi Qatar, Kuwait, Emirat, Oman yang dikhawatirkan akan jatuh ke tangan Syiah.

Kemampuan Saudi yang telah mengirimkan pasukan ke Bahrain, sangat diuji. Apakah akan mampu meredam kekuatan kelompok Syiah yang terus merangsek ke tampuk kekuasaan.

Langkah Arab Saudi bukan hanya mengirimkan pasukan, tetapi juga menggelontorkan uang dalam jumlah yang besar kepada rakyat di mana berlangsung aksi protes. Seperti kepada Oman, Arab Saudi menggelontorkan uang dalam jumlah yang sangat besar dengan tujuan menghentikan gerakan rakyat.

Revolusi di Bahrain "agak berbeda" dengan Tunisia, Mesir dan Libya. Gerakannya lebih disebabkan faktor sektarian, yaitu gesekan horisontal antara warga Syiah dan Sunni. Pemerintahan dikuasai oleh kaum Sunni walaupun lebih dari 70 persen warga Bahrain merupakan kaum Syiah.

Amerika Serikat juga amat berkepentingan terhadap stabilitas di Bahrain, karena markas Armada Angkatan Laut Ke-5 milik Paman Sam, bermarkas di negara itu, yang berfungsi sebagai penyeimbang kekuatan militer di Timur Tengah.

Walaupun pihak AS pernah mengecam tindakan keras pemerintah Bahrain terhadap para demonstran yang didominasi warga Syiah, nampaknya itu hanya sekedar "lips service" belaka, supaya status pendekar demokrasi dunia yang disandangnya tidak dilecehkan hanya karena tidak merespon perubahan demokrasi di suatu negara.

Apalagi Saudi merupakan sekutu teramat penting bagi AS paska tergulingnya rezim Mubarak di Mesir. Bukan mustahil pemerintahan Obama juga "mendukung di balik layar" atas pengiriman pasukan Saudi ke Bahrain.

Di satu sisi, Iran merupakan musuh utama AS di Timur Tengah, bahkan di dunia. Untuk mematahkan pengaruh Syiah Iran yang mulai menggeliat, Paman Sam menggunakan tangan Saudi sehingga tidak nampak melakukan campur tangan dalam urusan dalam negeri Bahrain.

Bahrain kini bagaikan pelanduk di tengah pertarungan dua gajah. Saudi dengan dukungan AS di satu sisi, serta Iran di sisi lainnya. Hipotesa yang menyatakan, kekuatan rakyat (people power) dapat menggulingkan pemerintahan terkuat sekalipun, akan kembali di uji di ranah Bahrain. (*/dar)










Advertisement
AHOK RESMI MENJADI GUBERNUR DKI JAKARTA
BREAKING NEWS
BBM RESMI NAIK, PREMIUM RP 8.500 - SOLAR RP 7.500
BREAKING NEWS
BENJAMIN NETANYAHU: IRAN ADALAH MUSUHNYA AMERIKA,IRAN JUGA BUKAN SOLUSI MELAINKAN MASALAH BUAT TIMUR TENGAH
BREAKING NEWS
3 WARTAWAN DIPUKUL OKNUM POLISI DI MAKASAR
BREAKING NEWS
YASONA LAOLY PUTERA NIAS PERTAMA YANG MENJADI MENTERI
BREAKING NEWS
MENANTU AM HENDROPRIYONO, MAYJEN TNI MUHAMMAD ANDIKA PERKASA MENJADI KOMANDAN PASUKAN PENGAMANAN PRESIDEN JOKOWI
BREAKING NEWS
PRABOWO SUBIANTO HADIRI PELANTIKAN JOKO WIDODO-JUSUF KALLA
BREAKING NEWS
JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA RESMI MENJADI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BREAKING NEWS
JOKOWI-JK IKUTI GELADI KOTOR PELANTIKAN DI SENAYAN
BREAKING NEWS
PERUSAHAAN MICROSOFT AKAN MEMANGKAS 18.000 PEKERJANYA PADA TAHUN 2015
BREAKING NEWS