• BREAKING NEWS
  • RYAN GIGGS GANTIKAN POSISI DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • POLISI SEGERA PANGGIL KEPALA SEKOLAH JISBREAKING NEWS
  • KONFLIK PPP TAK PENGARUHI PENCAPRESAN PRABOWOBREAKING NEWS
  • PKL SERBU KANTOR RIDWAN KAMILBREAKING NEWS
  • KPK DIDESAK UNTUK USUT BCABREAKING NEWS
  • GAGAL NYAPRES, RHOMA IRAMA JADI RAJA DANGDUT LAGIBREAKING NEWS
  • HADI POERNOMO DICEGAH KE LUAR NEGERIBREAKING NEWS
  • MANCHESTER UNITED RESMI PECAT DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • REAL MADRID JUARA COPA DEL REY USAI TAKLUKKAN BARCELONA 2-1BREAKING NEWS
  • HANURA BATAL USUNG WIN-HTBREAKING NEWS
  • EMIR MOEIS DIVONIS 3 TAHUN PENJARABREAKING NEWS
  • PKS UTAMAKAN KOALISI DENGAN PARTAI ISLAMBREAKING NEWS
  • KPK: ANAS URBANINGRUM TERANCAM HUKUMAN BERATBREAKING NEWS
  • DISDIK DKI: UN DI JAKARTA SUDAH SIAP 100%BREAKING NEWS
  • KPK PERIKSA PETINGGI TV ONE DAN ANGGOTA POLRI TERKAIT KASUS ANASBREAKING NEWS
  • RANO KARNO DISEBUT TERIMA RP 2 MILIAR DARI WAWANBREAKING NEWS
  • PEMPROV DKI TARGETKAN SUNGAI BEBAS SAMPAH TAHUN 2015BREAKING NEWS
  • PANWASLU DESAK KPU SEGERA PUBLIKASIKAN PELANGGAR KAMPANYEBREAKING NEWS
  • KM 90 MACET TOTAL TANPA PENGAWASAN PIHAK YANG TERKAIT SEJAK KAMIS 27/08/14BREAKING NEWS
  • KM 90 TOL CIPULARANG KEMBALI AMBRUK SATU TRUK KONTAINER AMBLAS DI BAHU JALANBREAKING NEWS
HOME  »  SPORT  »  SEPAKBOLA

Sabtu, 09 Maret 2013 12:06 WIB

Satu Suporter Bonek Tewas Akibat Bentrok Dengan Aremania

  • Views: 2,589
  • Komentar:
Satu Suporter Bonek Tewas Akibat Bentrok Dengan Aremania

WartaNews-Surabaya - Lagi lagi persepakbolaan Indonesia kembali memakan korban jiwa. Bentrokan antara suporter Arema Indonesia dengan Persebaya Surabaya berujung tewasnya seorang Bonek, julukan fans Persebaya.

Erik Setiawan, warga Desa Kepuh Klagen, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten Gresik, meninggal dunia pada Kamis malam (8/3/13) WIB. Remaja berusia 17 tahun itu sebelumnya mengalami koma setelah dikeroyok sekelompok suporter Aremania.

Insiden tersebut terjadi usai laga antara Gresik United melawan Arema Indonesia, yang dimenangkan Arema 2-1, di Jalan Wahidin Sudirohusodo. Erik, bersama empat kawannya yang beratribut Bonek bertemu rombongan Aremania yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Malang. Bentrokan tak imbang pun terjadi.

Empat orang berhasil menyelematkan diri sementara Erik terjebak dalam kepungan Aremania. Sempat mendapat perawatan intensif selama dua jam di RSUD Ibnu Sina, Gresik, Erik akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Kubu Aremania menolak disalahkan atas insiden ini. Humas Tur Aremania, Ahmad Gozali, mengatakan bahwa mereka lebih dulu mendapatkan serangan.

“Jujur kami kecewa dengan kejadian ini, kami datang dari Malang ke Gresik murni untuk mendukung tim, bukan membuat kerusuhan. Padahal kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, tetapi kami justru mendapat serangan-serangan dari oknum suporter lain,” ujarnya.

Gozali mengaku Aremania mendapatkan serangan sejak dalam perjalanan menuju Gresik, yang memang berdekatan dengan Surabaya.

“Bonek menyerang pengguna jalan lain, tak hanya Aremania. Saat pulang, kami sebenarnya bisa saja lewat tol, tetapi kita tidak ingin ada gesekan yang lebih besar lagi, makanya kita lewat jalan alternatif lewat Lamongan. Kita keberatan jika dianggap sebagai pihak yang disalahkan. Saya berharap media bersikap netral memberitakan hal ini,” ia mengakhiri.

Tak mau kalah, Siti Nasyi’ah, pembina salah satu kelompok Bonek, bernama Bonek Q, mengatakan Aremania lebih dulu menyerang warga di sekitar tol dengan lemparan batu. Hal inilah yang memicu Bonek turun tangan membantu warga.

“Korban paling parah di sekitar Sukomanunggal dan Simo. Di sana ada ibu-ibu dan balita yang menjadi korban. Mereka bahkan sempat berdarah-darah,” ungkap Ita, sapaan akrabnya.

Menurut Ita, sejumlah suporter Aremania membawa senjata tajam seperti samurai, golok, celurit. “Saksi matanya banyak,” jelasnya.

“Kenapa aparat sampai kecolongan dengan adanya Arema yang membawa senjata tajam. Padahal info keberangkatan mereka juga dikawal polisi, lho,” sesalnya.

Kastreskrim Polres Gresik AKP M. Nur Hidayat masih menyelidiki detil insiden fatal tersebut. Sementara itu, seorang Aremania bernama Mohalli masih ditahan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (8/3/13), setidaknya hingga siang tadi, karena kedapatan membawa senjata tajam.

Polisi menemukan pisau diantara atribut suporter Arema saat menggeledah bus yang ditumpangi Aremania pada, Kamis malam (7/3/13) WIB. Saat itu, polisi sedang mengawal bus tersebut.

“Kami melakukan penggeledahan di gerbang tol Dupak 3.” kata Kapolsek Asemrowo Kompol Mustofa, Jumat (8/3/13).

Awalnya, tak ada yang mau mengaku sebagai pemilik pisau tersebut. Mohalli baru mengaku setelah polisi mengancam akan meninggalkan bus tersebut tanpa pengawalan, sementara tak begitu jauh dari mereka sudah ada sekelompok Bonek yang bersiap mencegat.

“Saya membawanya pisau itu untuk berjaga-jaga,” aku Mohalli.

Kini Mohalli ditahan mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, bersama 3 rekannya yang hanya bersatus sebagai saksi. (*/vik)

QR Code

Scan untuk membuka halaman ini di smartphone Anda

QR Code

Video

Advertisement