• BREAKING NEWS
  • REAL MADRID JUARA COPA DEL REY USAI TAKLUKKAN BARCELONA 2-1BREAKING NEWS
  • HANURA BATAL USUNG WIN-HTBREAKING NEWS
  • EMIR MOEIS DIVONIS 3 TAHUN PENJARABREAKING NEWS
  • PKS UTAMAKAN KOALISI DENGAN PARTAI ISLAMBREAKING NEWS
  • KPK: ANAS URBANINGRUM TERANCAM HUKUMAN BERATBREAKING NEWS
  • DISDIK DKI: UN DI JAKARTA SUDAH SIAP 100%BREAKING NEWS
  • KPK PERIKSA PETINGGI TV ONE DAN ANGGOTA POLRI TERKAIT KASUS ANASBREAKING NEWS
  • RANO KARNO DISEBUT TERIMA RP 2 MILIAR DARI WAWANBREAKING NEWS
  • PEMPROV DKI TARGETKAN SUNGAI BEBAS SAMPAH TAHUN 2015BREAKING NEWS
  • PANWASLU DESAK KPU SEGERA PUBLIKASIKAN PELANGGAR KAMPANYEBREAKING NEWS
  • KM 90 MACET TOTAL TANPA PENGAWASAN PIHAK YANG TERKAIT SEJAK KAMIS 27/08/14BREAKING NEWS
  • KM 90 TOL CIPULARANG KEMBALI AMBRUK SATU TRUK KONTAINER AMBLAS DI BAHU JALANBREAKING NEWS
  • BOEDIONO MASUK DAFTAR TERDAKWA SAKSI CENTURYBREAKING NEWS
  • BAYERN MUNCHEN JUARA BUNDESLIGABREAKING NEWS
  • WIRANTO KLAIM HANURA BERSIH DARI KORUPSIBREAKING NEWS
  • PRABOWO SUBIANTO OPTIMIS JADI PRESIDENBREAKING NEWS
  • 20 TENTARA YAMAN TEWAS DALAM SERANGAN AL-QAEDABREAKING NEWS
  • TURKI BLOKIR AKSES JEJARING SOSIAL TWITTERBREAKING NEWS
  • PKS: KUALITAS SBY LEBIH BAIK DARI JOKOWIBREAKING NEWS
  • PDIP JATIM RESTUI RISMA GANTIKAN JOKOWI DI JAKARTABREAKING NEWS
HOME  »  NASIONAL  »  POLITIK

Jumat, 19 Nopember 2010 13:35 WIB

Kekerasan Menghantui TKI di Arab Saudi

  • Views: 2,298
  • Komentar:
Kekerasan Menghantui TKI di Arab Saudi

Jakarta - Satu persatu tenaga kerja Indonesia mulai mengalami kekerasan di Arab Saudi. Dari Sumiati wanita asal Dompu, NTB yang disiksa majikannya di Madinah, Arab Saudi. Sampai Kikim Komalasari, wanita asal Cianjur yang ditemukan tewas di tempah sampah.

Arab Saudi sepertinya menjadi ladang subur kekerasan bagi tenaga kerja asal Indonesia. Kondisi ini tentu saja kontras dengan pernyataan Duta Besar Arab Saudi Abdurrahman Muhammad Amen Alkhayat.

Dalam keterangan persnya kemarin, Kamis (18/11), Abdurrahman menyebut kasus Sumiati adalah kasus yang jarang terjadi di negaranya. Padahal, hampir setiap hari kekerasan terhadap TKI kerap terjadi.

Data Migrant Care menyebutkan ada sekitar 5.563 pekerja rumah tangga yang bermasalah di Saudi. Rinciannya, sebagai 1.097 menjadi korban penganiayaan, 3.568 orang sakit akibat situasi kerja tidak layak, dan 898 orang korban kekerasan seksual dan tidak digaji.

Yang paling mengejutkan setelah pernyataan Abdurrahman, pada Kamis (18/11) malam sekitar pukul 22.30 Wib. Migrant CARE memperoleh informasi jika Kikim Komalasari binti Uko Marta (No Pasport AN 010821), pekerja rumah tangga asal Cianjur, Jawa Barat meninggal dunia. Kikim meninggal akibat disiksa, diperkosa dan jenazahnya dibuang di tempat sampah.

Kisah inilah yang membuat kesal Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sehingga ia harus memanggil kembali Dubes Arab Saudi Abdurrahman Muhammad Amen Alkhayat.

"Bahkan hari ini kita akan panggil sekali lagi Dubes Arab Saudi tapi bukan hanya masalah Sumiati melainkan kasus yang baru terungkap tadi malam. Yang menyangkut tewasnya seorang TKI Kikim Komalasari yang sedang kita cari informasi dan data-datanya," ujarnya.

Semenjak kasus Sumiati muncul di publik. Sudah dua kali, sang menteri memanggil Abdurrahman. Dan ini merupakan pemanggilan yang ketiga kalinya. "Kami sudah 2 kali memanggil Dubes Arab Saudi dan sudah 2 kali menyurati Menlu Arab soal yang sama," terangnya.

Pemerintah sebetulnya bukan tak mencari jalan keluar. Setelah tragedi Sumiati, SBY langsung menawarkan sebuah handphone untuk memudahkan pelaporan TKI jika mendapat perlakuan yang tidak wajar.

Namun, sekali lagi fasilitas HP bagi para TKI tidaklah cukup. Yang dibutuhkan saat ini adalah penyelesaian yang tegas dari pemerintah Indonesia. Sebab, kasus ini sudah bekali-kali terjadi.

"Diberi pernyataan yang keras. Coba tegakkan hukum. Kalau (Arab Saudi) mau bersahabat," ungkap mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafie Maarif.

Terlebih, TKI berjasa besar terhadap negara. Mereka menyumbang triliunan devisa. Itu sebabnya, pemerintah seharusnya menghargai dan memperlakukan tenaga kerja di luar negeri dengan baik. "Seperti negara gak punya pemimpin. Ada pemerintah tapi gak punya pemimpin," ujarnya.

Jadi kekerasan yang menimpa para TKI di Arab Saudi sebenarnya masih jauh dari perbaikan. Slogan TKI adalah pahlawan devisa hanyalah pemanis bibir saja kepada mereka yang bertarung untuk bekerja di luar negeri.

Padahal, pemerintah Indonesia terbukti sering kali lalai melindungi hak pekerja asal Indonesia ini untuk berbagai hak dasar, seperti perlindungan hukum, hak untuk bebas dari kekerasan, dan juga hak untuk berorganisasi. Tak mengherankan jika di masa mendatang, kita akan masih melihat letupan-letupan yang terjadi terhadap para TKI kita. (lik)

QR Code

Scan untuk membuka halaman ini di smartphone Anda

QR Code

Video

Advertisement