• BREAKING NEWS
  • AHOK AKAN PECAT CAMAT & LURAH YANG TIDAK BECUS KERJABREAKING NEWS
  • MENKEU DESAK BUMN TAGIH DIVIDEN FREEPORTBREAKING NEWS
  • KPK HADIRKAN ROBERT TANTULAR DI SIDANG CENTURYBREAKING NEWS
  • SURYADHARMA ALI HADIRI MUKERNAS III PPPBREAKING NEWS
  • ISTANA TOLAK AKUSISI BTNBREAKING NEWS
  • RYAN GIGGS GANTIKAN POSISI DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • POLISI SEGERA PANGGIL KEPALA SEKOLAH JISBREAKING NEWS
  • KONFLIK PPP TAK PENGARUHI PENCAPRESAN PRABOWOBREAKING NEWS
  • PKL SERBU KANTOR RIDWAN KAMILBREAKING NEWS
  • KPK DIDESAK UNTUK USUT BCABREAKING NEWS
  • GAGAL NYAPRES, RHOMA IRAMA JADI RAJA DANGDUT LAGIBREAKING NEWS
  • HADI POERNOMO DICEGAH KE LUAR NEGERIBREAKING NEWS
  • MANCHESTER UNITED RESMI PECAT DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • REAL MADRID JUARA COPA DEL REY USAI TAKLUKKAN BARCELONA 2-1BREAKING NEWS
  • HANURA BATAL USUNG WIN-HTBREAKING NEWS
  • EMIR MOEIS DIVONIS 3 TAHUN PENJARABREAKING NEWS
  • PKS UTAMAKAN KOALISI DENGAN PARTAI ISLAMBREAKING NEWS
  • KPK: ANAS URBANINGRUM TERANCAM HUKUMAN BERATBREAKING NEWS
  • DISDIK DKI: UN DI JAKARTA SUDAH SIAP 100%BREAKING NEWS
  • KPK PERIKSA PETINGGI TV ONE DAN ANGGOTA POLRI TERKAIT KASUS ANASBREAKING NEWS
HOME  »  NASIONAL  »  NUSANTARA

Kamis, 21 April 2011 16:02 WIB

Gadis SMU Jual Diri 400 Ribu

  • Views: 6,544
  • Komentar:
Gadis SMU Jual Diri 400 Ribu

WartaNews,  Surabaya - Berbekal pengalaman pernah dijual oleh teman dekatnya ke lelaki hidung belang membuat Nur Ita (18), warga Jl Menur berusaha melakukan tindakan serupa.

Tak tanggung-tanggung Ita menjual mantan sahabatnya di SMU, IR (18), warga Jl Menur ke om-om.

Tapi, baru akan masuk kamar, kedua remaja ini dibekuk oleh unit reskrim Polsek Tegalsari di satu hotel di Surabaya, Jawa Timur.

Pada Rabu (20/4) malam tadi, Nur Ita langsung dijebloskan ke tahanan. Informasi yang dihimpun, penangkapan cewek itu dilakukan Selasa (19/4) kemarin. Sementara Ita mengaku, untuk sekali pakai, IR dijual seharga Rp 800 ribu ke om-om.

“Dari uang itu saya mendapat komisi antara Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu. Untuk yang pertama saya dapat Rp 400 ribu, dan yang kedua Rp 500 ribu,” akunya.

Ita menambahkan, bila lelaki hidung belang enggan menikmati tubuhnya, otomatis ia tidak memperoleh pemasukan.

Nah, agar tetap memiliki uang saku, gadis asal Banyuwangi ini melirik IR yang berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG). IR juga mantan teman sekelasnya di salah satu SMA (Sekolah Menengah Atas) di Surabaya.

Dari pengakuan tersangka, sebelum menjual IR, dia sendiri sudah menerjuni “dunia esek-esek” sejak masih duduk di bangku SMA.

“Semula saya hanya menjual diri. Ini saya lakukan sudah sejak masih sekolah dulu. Tapi kalau si pelanggan tidak berkenan, saya menyanggupi dengan mencarikan orang lain yang mau menemani si om tidur,” aku Ita kepada penyidik di Mapolsek Tegalsari, Rabu (20/4) malam.

Ita menceritakan, bisnis esek-esek yang digelutinya itu dilakukan karena memiliki pengalaman buruk ketika masih duduk di bangku sekolah. Dia juga pernah dijual oleh teman dekatnya ke lelaki hidung belang di Kawasan Tretes, Pasuruan.

“Karena pengalaman buruk itu, ya sudah saja jebur aja sekalian. Mulanya saya nggak ada niat jual teman, tapi karena pelanggan pingin memaksa mencarikan orang lain ya saya sanggupi,” katanya.

Sementara itu, menurut Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Hengky Kristanto Abadi, terbongkarnya sindikat penjualan orang di Hotel Istana Permata ini, saat pihaknya melakukan operasi di hotel yang berada di kawasan Dinoyo sekitar pukul 22.00 WIB.

”Nah, saat itu, kami menemukan tersangka, korban dan seorang lelaki sedang bertransaksi. Setelah kami tunggu beberapa saat, ternyata benar, mereka masuk ke salah satu kamar untuk melakukan hubungan badan,” terang Hengky.

Selanjutnya petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka serta membawa korban ke Mapolsek Tegalsari untuk dimintai keterangan.

Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone (HP) merk PAB, satu unit motor Yamaha Mio W 3987 SD dan uang tunai Rp 800 ribu.

”Tersangka kini sudah kami tahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kita juga akan terus mengembangkan kasusnya untuk mengetahui apakah ada sindikat lain di atas tersangka, atau memang tersangka ini bekerja sendirian,” pungkas Henky. (*/js)

QR Code

Scan untuk membuka halaman ini di smartphone Anda

QR Code

Video

Advertisement