• BREAKING NEWS
  • RYAN GIGGS GANTIKAN POSISI DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • POLISI SEGERA PANGGIL KEPALA SEKOLAH JISBREAKING NEWS
  • KONFLIK PPP TAK PENGARUHI PENCAPRESAN PRABOWOBREAKING NEWS
  • PKL SERBU KANTOR RIDWAN KAMILBREAKING NEWS
  • KPK DIDESAK UNTUK USUT BCABREAKING NEWS
  • GAGAL NYAPRES, RHOMA IRAMA JADI RAJA DANGDUT LAGIBREAKING NEWS
  • HADI POERNOMO DICEGAH KE LUAR NEGERIBREAKING NEWS
  • MANCHESTER UNITED RESMI PECAT DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • REAL MADRID JUARA COPA DEL REY USAI TAKLUKKAN BARCELONA 2-1BREAKING NEWS
  • HANURA BATAL USUNG WIN-HTBREAKING NEWS
  • EMIR MOEIS DIVONIS 3 TAHUN PENJARABREAKING NEWS
  • PKS UTAMAKAN KOALISI DENGAN PARTAI ISLAMBREAKING NEWS
  • KPK: ANAS URBANINGRUM TERANCAM HUKUMAN BERATBREAKING NEWS
  • DISDIK DKI: UN DI JAKARTA SUDAH SIAP 100%BREAKING NEWS
  • KPK PERIKSA PETINGGI TV ONE DAN ANGGOTA POLRI TERKAIT KASUS ANASBREAKING NEWS
  • RANO KARNO DISEBUT TERIMA RP 2 MILIAR DARI WAWANBREAKING NEWS
  • PEMPROV DKI TARGETKAN SUNGAI BEBAS SAMPAH TAHUN 2015BREAKING NEWS
  • PANWASLU DESAK KPU SEGERA PUBLIKASIKAN PELANGGAR KAMPANYEBREAKING NEWS
  • KM 90 MACET TOTAL TANPA PENGAWASAN PIHAK YANG TERKAIT SEJAK KAMIS 27/08/14BREAKING NEWS
  • KM 90 TOL CIPULARANG KEMBALI AMBRUK SATU TRUK KONTAINER AMBLAS DI BAHU JALANBREAKING NEWS
HOME  »  NASIONAL  »  INDONESIANA

Kamis, 13 Oktober 2011 08:27 WIB

Pelacur Indonesia Kedua Terbanyak Di Malaysia

  • Views: 4,239
  • Komentar:
Pelacur Indonesia Kedua Terbanyak Di Malaysia

WartaNews, Bali - Germo Indonesia menduduki peringkat kedua setelah China dalam perdagangan wanita untuk dijadikan pelacur di hotel dan tempat hiburan malam di Malaysia.

Hal itu disampaikan Datuk Acryl Sani Bin Hj Abdulah Sani, Deputi Direktur Jabatan Siasatan Janayah Polisi Diraja Malaysia (PDRM) kepada wartawan usai pertemuan Asean Ministerial Meeting on Transnasional (AMMTC) di Nusa Dua, Bali, Rabu (11/10) malam.

Menurutnya, wanita Indonesia masuk ke negerinya secara ilegal. Razia rutin dilakukan hingga terjaring ratusan wanita yang bekerja sebagai wanita malam.

“China ada pada posisi peringkat pertama. Indonesia berada di posisi kedua,” katanya.

Menurutnya, upaya menekan perdagangan manusia, Polisi Diraja Malaysia telah bekerjasama dengan kepolisian Indonesia.

“Kerjasama kami sangat bagus,” ujarnya, “Kami saling memberi informasi dalam berbagai penanganan kasus, termasuk human trafficking yang juga menjadi program utama pertemuan di Bali ini.”

Deputi Menteri Dalam Negeri Malaysia, Dato Lee Cheng Leong, menambahkan, selama ini Polisi Diraja Malaysia kerap merazia pendatang ilegal.

Termasuk pekerja seks, yang tak hanya berasal dari China dan Indonesia, juga dari Filipina, India, dan Thailand.

Perketat Perbatasan

“Polisi Malaysia dan Polri sepakat untuk menangkap pelaku human trafficking yang beroperasi di wilayah masing-masing,” katanya.

Menurutnya, kerja sama itu antara lain dengan memantau ketat perbatasan kedua negara yang kerap menjadi jembatan penghubung.

Tercatat, wanita Indonesia yang dijadikan pelacur berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Melalui Entikong, Kalimantan Barat, mereka masuk ke Kuching, Malaysia.

Di wilayah ini berseliweran mafia pengiriman wanita Indonesia ke Melaysia yang kerap menjanjikan korban akan dipekerjakan sebagai pegawai restoran.

Sedangkan dari Nunukan, Kalimantan Timur, wanita penghibur diselundupkan ke Tawau, Malaysia.

Di kota ini, mereka ditampung di beberapa hotel kelas melati. Salah satunya Hotel Milo di pusat Kota Tawau, Sabah.

Di hotel inilah lelaki hidung belang leluasa meniduri pelacur tersebut. Uang hasil kencan, diambil ‘bapak ayam’ (sebutan germo di Malaysia).

Tidak hanya di Tawau, pelacur Indonesia yang jumlahnya mencapai 500 orang, mencari mangsa di Lahatdatu, Keningau, Penom, Sampurna, dan Sandakan.

Perdagangan wanita ini dikendalikan mafia yang bermukim di Tawau, Tarakan, dan Nunukan.

Jumlah 500 orang itu baru di kawasan Sabah, belum termasuk di Kualalumpur, Johor Baru, dan di Serawak.

Tarif sekali kencan pelacur Indonesia berkisar 100 Ringgit (Rp 280 ribu).

Catatan di Mabes Polri, kerjasama terbaru antara Polri dengan Polisi Diraja Malaysia adalah terbongkarnya kasus perdagangan wanita Indonesia ke Malaysia pada awal Oktober.

Sebanyak tujuh wanita muda yang terjebak dalam penjualan itu dipulangkan ke daerah masing-masing di Bogor, Indramayu dan Subang.

Sindikat penjualan wanita itu diketahui berkat adanya laporan license officer Konsulat Jenderal RI di Kuching, Malaysia, ke Mabes Polri.

Penggerebekan dilakukan setelah Polri berkoordinasi dengan polisi Malaysia.

Selain memulangkan korban, polisi juga meringkus pria pelaku human trafficking yang ternyata seorang warga Malaysia. (*/js)

QR Code

Scan untuk membuka halaman ini di smartphone Anda

QR Code

Video

Advertisement