
WartaNews-Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana merasa
geram dengan tudingan bekas Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat, Tri
Dianto yang menyebut dirinya sebagai guru Nazaruddin dan sering kali
membahas proyek dengan terpidana kasus korupsi Wisma Atlet tersebut.
Sutan
menyerang balik Tri dengan menyebut bahwa Tri bukanlah siapa-siapa dan
dekat dengan Nazaruddin karena ingin meminta perlindungan terkait
masalah hukum yang melibatkan pengusaha jamu tersebut.
"Saya
justru tanya dengan Nazar, dia itu siapa, kok selalu bersama dengan
Nazar, kata Nazar dia itu orang kita yang sedang kabur karena dicari
sama polisi Cilacap," kata Sutan, Kamis (28/2).
Ketua Komisi VII
DPR RI itu mengaku tidak mengenal sama sekali Tri, sehingga dia menilai
bahwa Tri tidak sepantasnya menyerang balik orang yang sudah membantu
dirinya keluar dari masalah hukum. "Saya juga kaget, kenapa dia
tiba-tiba hantem Nazar? Enggak boleh begitulah. Saya enggak tahu
bagaimana cara Nazar dulu bantu dia lolos dari masalah hukumnya,"
imbuhnya.
Oleh sebab itu, Sutan meminta agar polisi Cilacap
kembali mengusut kasus yang pernah membelit Tri Dianto terkait masalah
jamu oplosan. "Saya meminta kepada polisi Cilacap segera membuka kembali
kasus itu, bahaya loh itu, bisa meninggal orang kena jamu oplosan,"
tegas dia.
Selain itu, Sutan juga menyebut jika Tri hanya anak
baru kemarin sore yang ingin menjadi pahlawan kesiangan dengan dekat dan
hendak membela tersangka kasus dugaan suap proyek Hambalang, Anas
Urbaningrum.
"Dia itu hanya anak baru kemarin sore, tahu apa tentang saya, sok mau jadi pahlawan kesiangan," tandasnya. (ipk)