Advertisement

Penggandaan Distribusi Bahan UN Habiskan Rp 94,8 M

  • Komentar:
  • View: 497
Penggandaan Distribusi Bahan UN Habiskan Rp 94,8 M
WartaNews-Jakarta - Sebentar lagi para siswa akan melaksanakan Ujian Nasional (UN). Akan tetapi  anggaran negara sebesar Rp 94.885.352.747 telah dihabiskannya oleh Badan Penelitian dan pengembangaan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hanya untuk penggandaan dan distribusi bahan UN saja.

Anggaran Rp 94.885.352.747 yang digunakan hanya berbeda sedikit dari anggaran yang telah disediakan negara untuk penggandaan dan distribusi bahan UN sebesar Rp 120.457.937.603. Hal itu jelas jika Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menghemat anggaran sampai sebesar Rp 25.572.584.856.

Akan tetapi, menurut Forum Indonesia Untuk Trasparasi Anggaran (FITRA) menilai jika anggaran yang bisa dihemat sebesar Rp 25.5 Milyar oleh Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu terlalu kecil, dan hanya untuk mengelabui publik.

"Sebetulnya Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa melakukan penghematan anggaran minimal sebesar Rp 32.860.651.085 atas penggandaan dan distribusi bahan UN ini," kata Kordinator advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi kepada wartawan dalam siaran pers-nya, Selasa (12/3).

Akan tetapi, dari hasil lelang yang dilakukan oleh Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan justru terjadi hal yang aneh. Dimana beberapa perusahaan yang mempunyai harga penawaran tinggi dan mahal dimenangkan dalam lelang penggandaan dan distribusi bahan UN ini. Sedangkan, perusahaan yang punya penawaran rendah dan murah, bisa dikalahkan.

Selain itu, kata Uchok, lelang penggandaan dan distribusi bahan UN ini sungguh aneh dan seperti arisan atau pengaturannya pemenangnya lelang sudah diatur. "Misalnya, pada paket 1, pemenang lelang adalah PT. Balebat Dedikasi Prima. Tapi, PT. Balebat Dedikasi Prima, ikut juga pada paket 3, dengan penawaran lebih rendah dan murah, tapi bisa dikalahkan oleh  PT. Ghalia Indonesia Printing," kata Uchok.

Berikut ini penawaran lelang penggandaan dan distribusi bahan UN:

1). Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 1, dengan nilai paket (Harga Perkiraan Sementara) sebesar Rp.17.427.755.120. Lelang ini dimenangkan oleh PT.Balebat Dedikasi Prima, Jln.Veteran II No.17 Ciawi Bogor, dengan nilai penawaran sebesar Rp.12.951.707.377

2).Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 2, dengan nilai paket HPS sebesar Rp.17.691.386.400. Lalu lelang ini dimenangkan oleh PT.Pura Barutama, Jln. AKBP Agil Kusumadya 203 Kudus, dengan nilai penawaran sebesar Rp.14.562.448.000. Padahal nilai penawaran dari PT. Pura Barutama dengan terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah seperti PT.Perca nilai penawaran hanya sebesar Rp.13.264.292.271; PT.Jasuindo Tiga Perkasa TBK dengan nilai penawaran sebesar Rp.13.396.078.115; dan PT. Ghalia Indonesia Printing dengan penawaran sebesar Rp.14.454.192.848

3).Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 3. Dengan nilai paket HPS sebesar Rp.27.162.209.903. Lalu lelang ini dimenangkan oleh PT.Ghalia Indonesia Printing, Jln. Rancamaya Km.1 No.47 Ciawi Bogor, dengan nilai penawaran sebesar Rp.22.489.952.830. Padahal nilai penawaran dari PT.Ghalia Indonesia Printing terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah tapi dikalahkan seperti Aneka Ilmu dengan penawaran sebesar Rp.17.107.372.806: PT.Jasuindo Tiga Perkasa dengan nilai penawaran sebesar Rp.21.171.902.444; dan PT.Balebat Dedikasi Prima dengan penawaran sebesar Rp.21.604.198.430.

4).Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 4, dengan nilai paket HPS sebesar Rp.21.180.566.320. Lalu pemenang lelang ini adalah PT.Jasuindo Tiga Perkasa TBK, Jln.Raya betro No.21 Sedati - Sidoarjo, dengan nilai penawaran sebesar Rp.13.726.112.268.

5).Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 5, dengan nilai paket HPS sebesar Rp.19.607.732.020. Lalu pemenang lelang ini adalah PT. Karsa Wira Utama,Jln. Padjajaran No.10 desa Gandasari, Kecamatan Jatiuwung Tangerang, dengan nilai penawaran sebesar Rp.16.370.616.240. Padahal nilai penawaran dari PT.Karsa wira utama terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah tapi dikalahkan seperti PT.Jasuindo Tiga Perkasa TBK dengan penawaran sebesar Rp.12.505.462.948; PT. Ghalia Indonesia Printing dengan penawaran sebesar Rp.16.019.252.213; PT. Temprina Media Grafika dengan nilai penawaran sebesar Rp.16.262.292.640.

6).Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 6, dengan nilai paket HPS sebesar Rp.17.388.287.840. Lalu pemenang lelang ini adalah PT. Temprina Media Grafika, Jln.Karah Agung, dengan nilai penawaran sebesar Rp.14.784.516.032. Padahal nilai penawaran dari PT. Temprina Media Grafika terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah tapi dikalahkan seperti PT. Perca dengan penawaran sebesar Rp.13.042.338.848; PT. Ghalia Indonesia Printing dengan penawaran sebesar Rp.14.205.828.197; PT. Balai Pustaka (Persero) dengan penawaran sebesar Rp.14.268.317.184; Perum Percetakan Negara RI dengan nilai penawaran sebesar Rp.14.613.470.168

Atas keanehan proses lelang itu, sekretariat nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran meminta kepada DPR dan aparat penegak hukum seperti KPK, Kepolisian dan Kejaksaan untuk melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

"DPR harus meminta pertanggungjawaban Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang terlalu mahalnya penggandaan dan distribusi bahan UN, dan terduga ada indikasi mark up harga. Selain itu, KPK, Kepolisian dan Kejaksaan untuk masuk ke penyelidikan proyek penggandaan dan distribusi bahan UN ini karena terduga, ada indikasi mark up harga," tandasnya. (ipk)
Advertisement
PENDUKUNG PRABOWO BAKU HANTAM DENGAN APARAT
BREAKING NEWS
BUPATI DIBENTAK KELUAR SAAT PERHITUNGAN SUARA PAPUA
BREAKING NEWS
NOMOR URUT 1 DIPAKSA MENGILANGKAN SUARA HINGGA 0 % DI PAPUA
BREAKING NEWS
PARA SAKSI KPU WILAYAH PAPUA DIANCAM SAAT PERHITUNGAN SUARA
BREAKING NEWS
KOTAK HITAM MH17 AKHIRNYA DIKETEMUKAN
BREAKING NEWS
MIROSLAV KLOSE PENSIUN TAHUN 2015
BREAKING NEWS
GEMPA 5,3 SR GUNCANG SULAWESI TENGGARA
BREAKING NEWS
JERMAN JUARA PIALA DUNIA 2014
BREAKING NEWS
PRABOWO-HATTA UNGUL ATAS JOKOWI DI LUAR NEGERI
BREAKING NEWS
TRUK BERMUATAN MIRAS TERBALIK DI TOL CIKAMPEK
BREAKING NEWS