• BREAKING NEWS
  • HANURA BATAL USUNG WIN-HTBREAKING NEWS
  • EMIR MOEIS DIVONIS 3 TAHUN PENJARABREAKING NEWS
  • PKS UTAMAKAN KOALISI DENGAN PARTAI ISLAMBREAKING NEWS
  • KPK: ANAS URBANINGRUM TERANCAM HUKUMAN BERATBREAKING NEWS
  • DISDIK DKI: UN DI JAKARTA SUDAH SIAP 100%BREAKING NEWS
  • KPK PERIKSA PETINGGI TV ONE DAN ANGGOTA POLRI TERKAIT KASUS ANASBREAKING NEWS
  • RANO KARNO DISEBUT TERIMA RP 2 MILIAR DARI WAWANBREAKING NEWS
  • PEMPROV DKI TARGETKAN SUNGAI BEBAS SAMPAH TAHUN 2015BREAKING NEWS
  • PANWASLU DESAK KPU SEGERA PUBLIKASIKAN PELANGGAR KAMPANYEBREAKING NEWS
  • KM 90 MACET TOTAL TANPA PENGAWASAN PIHAK YANG TERKAIT SEJAK KAMIS 27/08/14BREAKING NEWS
  • KM 90 TOL CIPULARANG KEMBALI AMBRUK SATU TRUK KONTAINER AMBLAS DI BAHU JALANBREAKING NEWS
  • BOEDIONO MASUK DAFTAR TERDAKWA SAKSI CENTURYBREAKING NEWS
  • BAYERN MUNCHEN JUARA BUNDESLIGABREAKING NEWS
  • WIRANTO KLAIM HANURA BERSIH DARI KORUPSIBREAKING NEWS
  • PRABOWO SUBIANTO OPTIMIS JADI PRESIDENBREAKING NEWS
  • 20 TENTARA YAMAN TEWAS DALAM SERANGAN AL-QAEDABREAKING NEWS
  • TURKI BLOKIR AKSES JEJARING SOSIAL TWITTERBREAKING NEWS
  • PKS: KUALITAS SBY LEBIH BAIK DARI JOKOWIBREAKING NEWS
  • PDIP JATIM RESTUI RISMA GANTIKAN JOKOWI DI JAKARTABREAKING NEWS
  • KANTOR POLISI FEDERAL IRAK DISERANG MILITANBREAKING NEWS
HOME  »  LIFESTYLE  »  SEX AND HEALTH

Minggu, 19 Desember 2010 16:34 WIB

Tonton Kecelakaan, Anak Harus Menolong

  • Views: 7,640
  • Komentar:
Tonton Kecelakaan, Anak Harus Menolong

Surabaya - Para orang tua harus mengajari anaknya untuk saling menolong orang lain yang terkena kecelakaan ataupun musibah lainnya. Budaya menonton kecelakaan tanpa menolong korban bisa mempengaruhi sisi sosial anak di masa depan.

"Kalau anak-anak dibiasakan tak menolong hewan yang tertabrak atau temannya yang celaka sejak dini, kami yakin saat ia dewasa tak akan acuh kepada nasib sesama," kata pengamat pendidikan Sukemi, di Surabaya, Minggu (19/12).

Pembelajaran orang tua kepada anak tidak perlu ditempuh dengan cara rumit dan mengeluarkan biaya tinggi.

"Mereka bisa mengajarkan anaknya peka dengan segala kejadian di kehidupan sosial, baik berupa kecelakaan maupun bencana alam," ujar Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Bidang Komunikasi Media ini.

Dia kecewa, karena sampai sekarang banyak orang tua justru meminta anaknya diam saat kecelakaan lalu lintas terjadi atau ketika temannya kena musibah.

"Memang di satu sisi orang tua ingin anaknya selamat, tetapi ada baiknya budaya menolong korban kecelakaan bisa dikenalkan," tuturnya.

Di samping itu, ia mengaku, peran guru di sekolah sangat penting saat mengajarkan budaya menolong di sekolah.

"Salah satunya memanfaatkan waktu sekitar 20 persen dari total jam pelajaran sepekan," ujarnya.

Selama ini, tambah dia, peluang tersebut dapat digunakan untuk mengajarkan pelajaran, norma, atau apa pun, sehingga menjadi bekal anak didiknya pada masa mendatang.

"Selain itu, guru di sekolah dapat mengoptimalkannya untuk menyosialisasi tentang keaksaran media, mengingat selama ini banyak tayangan televisi yang tidak sesuai usia anak," katanya.

Dia menyarankan orang tua terus memantau apa yang ditonton anaknya melalui televisi di rumah maupun di luar rumah karena cara ini dapat menghindarkan anak dari meniru adegan baik kekerasan maupun kejahatan yang disajikan televisi.

"Bahkan, yang terpenting selalu memberikan pemahaman terhadap anak ketika mereka sedang menonton, misal, bagaimana tayangan itu dibuat," tuturnya. (*/red)

QR Code

Scan untuk membuka halaman ini di smartphone Anda

QR Code

Video

Advertisement