Advertisement

Rusia Merevisi Rencana Pengiriman Sistem Rudal S-300 ke Suriah

  • Komentar:
  • View: 881
Rusia Merevisi Rencana Pengiriman Sistem Rudal S-300 ke Suriah
WartaNews, Helsinski - Rusia mengatakan mungkin mempertimbangkan kembali komitmennya untuk pembatasan pada pengiriman senjata ke pemerintah Suriah, menyusul keputusan terbaru oleh Uni Eropa untuk mengakhiri embargo senjata terhadap para teroris di Suriah.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan Moskow sangat kecewa dengan keputusan Uni Eropa.

"Setiap keputusan memiliki dua sisi. Jika satu sisi lebih ke pembatasan, yang lain mungkin menganggap dirinya bebas dari mengamati komitmen sebelumnya," kata Shoigu dalam sebuah konferensi pers di Finlandia.

Pada tanggal 27 Mei lalu, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan para menteri luar negeri Uni Eropa telah mencapai kesepakatan untuk mengangkat embargo senjata terhadap para teroris di Suriah, sambil mempertahankan sanksi-sanksi lain terhadap pemerintah Suriah.

Rusia mengatakan pada 28 Mei lalu bahwa akan segera melakukan pengiriman sistem pertahanan rudal S-300 kepada pemerintah Suriah, dalam upaya yang bertujuan untuk menghalangi intervensi asing di Suriah.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melakukan perjalanan ke Rusia dalam upaya untuk menghalangi Moskow dari memberikan sistem rudal permukaan-ke-udara kepada Suriah.

Namun, Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Moskow tidak akan membatalkan kesepakatan meskipun ada penentangan Barat dan Israel yang kuat.

Suriah telah dilanda kekacauan sejak Maret 2011 dan terorisme yang disponsori asing telah menyebabkan banyak korban pada kehidupan.

Banyak orang termasuk sejumlah besar tentara Suriah dan aparat keamanan tewas dalam terorisme yang disponsori asing tersebut.

Pada hari Rabu, Dewan HAM PBB menyetujui resolusi tentang Suriah - melalui dorongan oleh Amerika Serikat, Turki dan Qatar - yang menyerukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran oleh pasukan pemerintah Suriah.

Rusia mengecam resolusi itu sebagai praktik "kotor" dan "sepihak".

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, "Betapa terkejutnya saya, kita telah belajar bahwa selain dari kepemilikan bersama dari resolusi ini, delegasi AS yang paling aktif mempromosikan ide yang benar-benar tidak sehat ini." (*/tok)
Advertisement
MENANTU AM HENDROPRIYONO, MAYJEN TNI MUHAMMAD ANDIKA PERKASA MENJADI KOMANDAN PASUKAN PENGAMANAN PRESIDEN JOKOWI
BREAKING NEWS
PRABOWO SUBIANTO HADIRI PELANTIKAN JOKO WIDODO-JUSUF KALLA
BREAKING NEWS
JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA RESMI MENJADI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BREAKING NEWS
JOKOWI-JK IKUTI GELADI KOTOR PELANTIKAN DI SENAYAN
BREAKING NEWS
PERUSAHAAN MICROSOFT AKAN MEMANGKAS 18.000 PEKERJANYA PADA TAHUN 2015
BREAKING NEWS
PEMILIHAN PIMPINAN MPR, KOALISI INDONESIA HEBAT KEOK
BREAKING NEWS
WARTANEWS.COM MENGUCAPKAN SELAMAT HUT TNI KE 69
BREAKING NEWS
GUGATAN UU MD3 PDIP DITOLAK MK
BREAKING NEWS
Hull City vs Manchester City 2-4
BREAKING NEWS
Chelsea vs Aston Villa 3-0
BREAKING NEWS