Advertisement

Rusia Merevisi Rencana Pengiriman Sistem Rudal S-300 ke Suriah

  • Komentar:
  • View: 857
Rusia Merevisi Rencana Pengiriman Sistem Rudal S-300 ke Suriah
WartaNews, Helsinski - Rusia mengatakan mungkin mempertimbangkan kembali komitmennya untuk pembatasan pada pengiriman senjata ke pemerintah Suriah, menyusul keputusan terbaru oleh Uni Eropa untuk mengakhiri embargo senjata terhadap para teroris di Suriah.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan Moskow sangat kecewa dengan keputusan Uni Eropa.

"Setiap keputusan memiliki dua sisi. Jika satu sisi lebih ke pembatasan, yang lain mungkin menganggap dirinya bebas dari mengamati komitmen sebelumnya," kata Shoigu dalam sebuah konferensi pers di Finlandia.

Pada tanggal 27 Mei lalu, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan para menteri luar negeri Uni Eropa telah mencapai kesepakatan untuk mengangkat embargo senjata terhadap para teroris di Suriah, sambil mempertahankan sanksi-sanksi lain terhadap pemerintah Suriah.

Rusia mengatakan pada 28 Mei lalu bahwa akan segera melakukan pengiriman sistem pertahanan rudal S-300 kepada pemerintah Suriah, dalam upaya yang bertujuan untuk menghalangi intervensi asing di Suriah.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melakukan perjalanan ke Rusia dalam upaya untuk menghalangi Moskow dari memberikan sistem rudal permukaan-ke-udara kepada Suriah.

Namun, Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Moskow tidak akan membatalkan kesepakatan meskipun ada penentangan Barat dan Israel yang kuat.

Suriah telah dilanda kekacauan sejak Maret 2011 dan terorisme yang disponsori asing telah menyebabkan banyak korban pada kehidupan.

Banyak orang termasuk sejumlah besar tentara Suriah dan aparat keamanan tewas dalam terorisme yang disponsori asing tersebut.

Pada hari Rabu, Dewan HAM PBB menyetujui resolusi tentang Suriah - melalui dorongan oleh Amerika Serikat, Turki dan Qatar - yang menyerukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran oleh pasukan pemerintah Suriah.

Rusia mengecam resolusi itu sebagai praktik "kotor" dan "sepihak".

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, "Betapa terkejutnya saya, kita telah belajar bahwa selain dari kepemilikan bersama dari resolusi ini, delegasi AS yang paling aktif mempromosikan ide yang benar-benar tidak sehat ini." (*/tok)
Advertisement
RADAMEL FALCAO RESMI GABUNG MANCHESTER UNITED
BREAKING NEWS
PENDUKUNG PRABOWO BAKU HANTAM DENGAN APARAT
BREAKING NEWS
BUPATI DIBENTAK KELUAR SAAT PERHITUNGAN SUARA PAPUA
BREAKING NEWS
NOMOR URUT 1 DIPAKSA MENGILANGKAN SUARA HINGGA 0 % DI PAPUA
BREAKING NEWS
PARA SAKSI KPU WILAYAH PAPUA DIANCAM SAAT PERHITUNGAN SUARA
BREAKING NEWS
KOTAK HITAM MH17 AKHIRNYA DIKETEMUKAN
BREAKING NEWS
MIROSLAV KLOSE PENSIUN TAHUN 2015
BREAKING NEWS
GEMPA 5,3 SR GUNCANG SULAWESI TENGGARA
BREAKING NEWS
JERMAN JUARA PIALA DUNIA 2014
BREAKING NEWS
PRABOWO-HATTA UNGUL ATAS JOKOWI DI LUAR NEGERI
BREAKING NEWS