Advertisement

Rusia Merevisi Rencana Pengiriman Sistem Rudal S-300 ke Suriah

  • Komentar:
  • View: 864
Rusia Merevisi Rencana Pengiriman Sistem Rudal S-300 ke Suriah
WartaNews, Helsinski - Rusia mengatakan mungkin mempertimbangkan kembali komitmennya untuk pembatasan pada pengiriman senjata ke pemerintah Suriah, menyusul keputusan terbaru oleh Uni Eropa untuk mengakhiri embargo senjata terhadap para teroris di Suriah.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan Moskow sangat kecewa dengan keputusan Uni Eropa.

"Setiap keputusan memiliki dua sisi. Jika satu sisi lebih ke pembatasan, yang lain mungkin menganggap dirinya bebas dari mengamati komitmen sebelumnya," kata Shoigu dalam sebuah konferensi pers di Finlandia.

Pada tanggal 27 Mei lalu, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan para menteri luar negeri Uni Eropa telah mencapai kesepakatan untuk mengangkat embargo senjata terhadap para teroris di Suriah, sambil mempertahankan sanksi-sanksi lain terhadap pemerintah Suriah.

Rusia mengatakan pada 28 Mei lalu bahwa akan segera melakukan pengiriman sistem pertahanan rudal S-300 kepada pemerintah Suriah, dalam upaya yang bertujuan untuk menghalangi intervensi asing di Suriah.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melakukan perjalanan ke Rusia dalam upaya untuk menghalangi Moskow dari memberikan sistem rudal permukaan-ke-udara kepada Suriah.

Namun, Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Moskow tidak akan membatalkan kesepakatan meskipun ada penentangan Barat dan Israel yang kuat.

Suriah telah dilanda kekacauan sejak Maret 2011 dan terorisme yang disponsori asing telah menyebabkan banyak korban pada kehidupan.

Banyak orang termasuk sejumlah besar tentara Suriah dan aparat keamanan tewas dalam terorisme yang disponsori asing tersebut.

Pada hari Rabu, Dewan HAM PBB menyetujui resolusi tentang Suriah - melalui dorongan oleh Amerika Serikat, Turki dan Qatar - yang menyerukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran oleh pasukan pemerintah Suriah.

Rusia mengecam resolusi itu sebagai praktik "kotor" dan "sepihak".

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, "Betapa terkejutnya saya, kita telah belajar bahwa selain dari kepemilikan bersama dari resolusi ini, delegasi AS yang paling aktif mempromosikan ide yang benar-benar tidak sehat ini." (*/tok)
Advertisement
Manchester City vs Chelsea 1 - 1
BREAKING NEWS
AYATULLAH SISTANI: IRAN KUAT BUKAN KARENA NEGARA ASING
BREAKING NEWS
HOUTHI JALIN GENCATAN SENJATA DENGAN TENTARA YAMAN
BREAKING NEWS
SCOTLANDIA INGIN MEMISAHKAN DIRI DARI INGGERIS RAYA MELALUI REFRENDUM
BREAKING NEWS
RAJA ARAB SAUDI ABDULLAH MENGINGATKAN BARAT ATAS ANCAMAN TERORISME DARI TIMUR TENGAH
BREAKING NEWS
ANTI TEROR AUSTRALIA MENANGKAP 15 ANGGOTA YANG DIDUGA KELOMPOK ISIL
BREAKING NEWS
OBAMA TIDAK MENGIJINKAN TENTARA DARATNYA MENGHADAPI ISIS DI IRAK
BREAKING NEWS
DEMO BERSAR YAMAN VESRI KEDUA, SIAP LEBIH KACAU
BREAKING NEWS
DR GILBERT: ISRAEL SENGAJA BUNUH WARGA SIPIL
BREAKING NEWS
PRESIDEN YAMAN ANCAM HOUTHI
BREAKING NEWS