Advertisement

Serangan Nuklir Korea Utara Mampu Menjangkau AS

  • Komentar:
  • View: 1143
Serangan Nuklir Korea Utara Mampu Menjangkau AS
WartaNews, Pentagon - Pentagon mengatakan perkembangan teknologi nuklir dan rudal balistik jarak jauh Korea Utara akan menjadikan negaranya lebih dekat melakukan serangan nuklir terhadap Amerika Serikat.

Pentagon mengatakan dalam sebuah laporan kepada Kongres AS yang dikeluarkan bahwa rudal Taepodong-2 Korea Utara, dengan perkembangan lebih lanjut, mungkin akhirnya akan mampu menjangkau bagian Amerika Serikat jika dikonfigurasi sebagai sebuah rudal balistik antarbenua.

Laporan tersebut menjelaskan suksesnya peluncuran roket Korea Utara pada Desember 2012 sebagai kemajuan yang "mengkontribusikan kehebatan" untuk pengembangan rudal balistik jarak jauh Pyongyang.

Ketegangan antara Washington dan Pyongyang telah meningkat setelah Korea Utara melakukan uji coba ketiga nuklir pada bulan Februari.

"Korea Utara yang memiliki kemampuan penyulingan senjata atom dan mampu untuk melaksanakan uji coba nuklir tambahan setiap saat," kata Pentagon.

"Ini kemajuan sistem pengiriman rudal balistik-, ditambah dengan perkembangan teknologi nuklir, sejalan dengan tujuan Korea Utara yang dinyatakan mampu untuk menyerang tanah air AS," kata laporan itu.

Pada awal April, Korea Utara mengatakan, pihaknya siap untuk menggunakan senjata nuklir yang "lebih kecil, lebih ringan serta beragam" jika diserang oleh AS atau Korea Selatan.

Pernyataan militer Pyongyang pada tanggal 4 April mengancam akan bereaksi terhadap agresi AS dengan "kekuatan serangan militer praktis."

"Kami secara resmi menginformasikan Gedung Putih dan Pentagon selalu meningkatkan kebijakan bermusuhan antara AS terhadap (Korea Utara) dan ancaman nuklir sembrono yang akan dihancurkan oleh kemauan yang kuat dari semua personel layanan yang bersatu dan orang-orang dan memotong  serangan nuklir yang lebih kecil, lebih ringan dan berarti diversifikasi," kata pernyataan Korea Utara.

Semenanjung Korea telah terkunci dalam siklus retorika militer yang meningkat setelah partisipasi pesawat berkemampuan nuklir AS B-52 dan pembom siluman B-2 dalam latihan militer bersama dengan Korea Selatan yang berakhir pada tanggal 30 April lalu. (*/mok)
Advertisement
AYATULLAH SISTANI: IRAN KUAT BUKAN KARENA NEGARA ASING
BREAKING NEWS
HOUTHI JALIN GENCATAN SENJATA DENGAN TENTARA YAMAN
BREAKING NEWS
SCOTLANDIA INGIN MEMISAHKAN DIRI DARI INGGERIS RAYA MELALUI REFRENDUM
BREAKING NEWS
RAJA ARAB SAUDI ABDULLAH MENGINGATKAN BARAT ATAS ANCAMAN TERORISME DARI TIMUR TENGAH
BREAKING NEWS
ANTI TEROR AUSTRALIA MENANGKAP 15 ANGGOTA YANG DIDUGA KELOMPOK ISIL
BREAKING NEWS
OBAMA TIDAK MENGIJINKAN TENTARA DARATNYA MENGHADAPI ISIS DI IRAK
BREAKING NEWS
DEMO BERSAR YAMAN VESRI KEDUA, SIAP LEBIH KACAU
BREAKING NEWS
DR GILBERT: ISRAEL SENGAJA BUNUH WARGA SIPIL
BREAKING NEWS
PRESIDEN YAMAN ANCAM HOUTHI
BREAKING NEWS
YORDANIA: PEMERINTAH TIDAK PERLU PERANGI ISIS
BREAKING NEWS