• BREAKING NEWS
  • AHOK AKAN PECAT CAMAT & LURAH YANG TIDAK BECUS KERJABREAKING NEWS
  • MENKEU DESAK BUMN TAGIH DIVIDEN FREEPORTBREAKING NEWS
  • KPK HADIRKAN ROBERT TANTULAR DI SIDANG CENTURYBREAKING NEWS
  • SURYADHARMA ALI HADIRI MUKERNAS III PPPBREAKING NEWS
  • ISTANA TOLAK AKUSISI BTNBREAKING NEWS
  • RYAN GIGGS GANTIKAN POSISI DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • POLISI SEGERA PANGGIL KEPALA SEKOLAH JISBREAKING NEWS
  • KONFLIK PPP TAK PENGARUHI PENCAPRESAN PRABOWOBREAKING NEWS
  • PKL SERBU KANTOR RIDWAN KAMILBREAKING NEWS
  • KPK DIDESAK UNTUK USUT BCABREAKING NEWS
  • GAGAL NYAPRES, RHOMA IRAMA JADI RAJA DANGDUT LAGIBREAKING NEWS
  • HADI POERNOMO DICEGAH KE LUAR NEGERIBREAKING NEWS
  • MANCHESTER UNITED RESMI PECAT DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • REAL MADRID JUARA COPA DEL REY USAI TAKLUKKAN BARCELONA 2-1BREAKING NEWS
  • HANURA BATAL USUNG WIN-HTBREAKING NEWS
  • EMIR MOEIS DIVONIS 3 TAHUN PENJARABREAKING NEWS
  • PKS UTAMAKAN KOALISI DENGAN PARTAI ISLAMBREAKING NEWS
  • KPK: ANAS URBANINGRUM TERANCAM HUKUMAN BERATBREAKING NEWS
  • DISDIK DKI: UN DI JAKARTA SUDAH SIAP 100%BREAKING NEWS
  • KPK PERIKSA PETINGGI TV ONE DAN ANGGOTA POLRI TERKAIT KASUS ANASBREAKING NEWS
HOME  »  INTERNASIONAL  »  AMERIKA

Rabu, 05 Juni 2013 14:54 WIB

Tentara AS Pembantai Wanita & Anak-anak Afghanistan Diadili

  • Views: 425
  • Komentar:
Tentara AS Pembantai Wanita & Anak-anak Afghanistan Diadili

WartaNews, Washington - Sersan Robert Bales, yang telah membunuh 16 warga sipil Afghanistan secara brutal tahun lalu, dijadwalkan untuk berdiri di hadapan pengadilan militer di negara bagian Washington.

Pada hari Rabu (5/6), Bales adalah muncul di Pangkalan Bersama Lewis-McChord dan diharapkan untuk mengaku bersalah dengan imbalan agar terbebas dari hukuman mati, AFP melaporkan.

Bales (39), menghadapi dakwaan termasuk 16 pembunuhan, enam percobaan pembunuhan, dan tujuh tuduhan serangan terkait dengan pembantaian warga di Afghanistan selatan Maret lalu.

Dari 22 korban, 17 orang adalah perempuan dan anak-anak. Hampir semua korban ditembak di kepala.

Menurut laporan, pada tanggal 29 Mei pengacara Bales John Henry Browne mengatakan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan jaksa militer untuk tidak memberi hukuman mati bagi kliennya dan ditukar dengan permohonan pengakuan bersalah.

Menyusul pengumuman itu, para keluarga korban menyuarakan kemarahan mereka, dan mengatakan bahwa ia layak mendapat hukuman mati.

November lalu, jaksa menjatuhi hukuman mati bagi Bales.

Bales didakwa berjalan dari sebuah pos AS di distrik Panjwai provinsi Kandahar di pagi hari pada tanggal 11 Maret 2012, dan menembak atau menikam sampai mati warga sipil Afghanistan.

Sementara Angkatan Darat AS menegaskan bahwa Bales telah bertindak sendirian, misi pencari fakta Afghanistan telah menemukan bahwa polisi Amerika bukanlah satu-satunya pelaku kejahatan dan hingga 20 tentara AS berkolaborasi dalam pembantaian itu. (*/pok)

QR Code

Scan untuk membuka halaman ini di smartphone Anda

QR Code

Video

Advertisement