• BREAKING NEWS
  • REAL MADRID JUARA COPA DEL REY USAI TAKLUKKAN BARCELONA 2-1BREAKING NEWS
  • HANURA BATAL USUNG WIN-HTBREAKING NEWS
  • EMIR MOEIS DIVONIS 3 TAHUN PENJARABREAKING NEWS
  • PKS UTAMAKAN KOALISI DENGAN PARTAI ISLAMBREAKING NEWS
  • KPK: ANAS URBANINGRUM TERANCAM HUKUMAN BERATBREAKING NEWS
  • DISDIK DKI: UN DI JAKARTA SUDAH SIAP 100%BREAKING NEWS
  • KPK PERIKSA PETINGGI TV ONE DAN ANGGOTA POLRI TERKAIT KASUS ANASBREAKING NEWS
  • RANO KARNO DISEBUT TERIMA RP 2 MILIAR DARI WAWANBREAKING NEWS
  • PEMPROV DKI TARGETKAN SUNGAI BEBAS SAMPAH TAHUN 2015BREAKING NEWS
  • PANWASLU DESAK KPU SEGERA PUBLIKASIKAN PELANGGAR KAMPANYEBREAKING NEWS
  • KM 90 MACET TOTAL TANPA PENGAWASAN PIHAK YANG TERKAIT SEJAK KAMIS 27/08/14BREAKING NEWS
  • KM 90 TOL CIPULARANG KEMBALI AMBRUK SATU TRUK KONTAINER AMBLAS DI BAHU JALANBREAKING NEWS
  • BOEDIONO MASUK DAFTAR TERDAKWA SAKSI CENTURYBREAKING NEWS
  • BAYERN MUNCHEN JUARA BUNDESLIGABREAKING NEWS
  • WIRANTO KLAIM HANURA BERSIH DARI KORUPSIBREAKING NEWS
  • PRABOWO SUBIANTO OPTIMIS JADI PRESIDENBREAKING NEWS
  • 20 TENTARA YAMAN TEWAS DALAM SERANGAN AL-QAEDABREAKING NEWS
  • TURKI BLOKIR AKSES JEJARING SOSIAL TWITTERBREAKING NEWS
  • PKS: KUALITAS SBY LEBIH BAIK DARI JOKOWIBREAKING NEWS
  • PDIP JATIM RESTUI RISMA GANTIKAN JOKOWI DI JAKARTABREAKING NEWS
HOME  »  INTERNASIONAL  »  AMERIKA

Rabu, 05 Juni 2013 14:54 WIB

Tentara AS Pembantai Wanita & Anak-anak Afghanistan Diadili

  • Views: 422
  • Komentar:
Tentara AS Pembantai Wanita & Anak-anak Afghanistan Diadili

WartaNews, Washington - Sersan Robert Bales, yang telah membunuh 16 warga sipil Afghanistan secara brutal tahun lalu, dijadwalkan untuk berdiri di hadapan pengadilan militer di negara bagian Washington.

Pada hari Rabu (5/6), Bales adalah muncul di Pangkalan Bersama Lewis-McChord dan diharapkan untuk mengaku bersalah dengan imbalan agar terbebas dari hukuman mati, AFP melaporkan.

Bales (39), menghadapi dakwaan termasuk 16 pembunuhan, enam percobaan pembunuhan, dan tujuh tuduhan serangan terkait dengan pembantaian warga di Afghanistan selatan Maret lalu.

Dari 22 korban, 17 orang adalah perempuan dan anak-anak. Hampir semua korban ditembak di kepala.

Menurut laporan, pada tanggal 29 Mei pengacara Bales John Henry Browne mengatakan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan jaksa militer untuk tidak memberi hukuman mati bagi kliennya dan ditukar dengan permohonan pengakuan bersalah.

Menyusul pengumuman itu, para keluarga korban menyuarakan kemarahan mereka, dan mengatakan bahwa ia layak mendapat hukuman mati.

November lalu, jaksa menjatuhi hukuman mati bagi Bales.

Bales didakwa berjalan dari sebuah pos AS di distrik Panjwai provinsi Kandahar di pagi hari pada tanggal 11 Maret 2012, dan menembak atau menikam sampai mati warga sipil Afghanistan.

Sementara Angkatan Darat AS menegaskan bahwa Bales telah bertindak sendirian, misi pencari fakta Afghanistan telah menemukan bahwa polisi Amerika bukanlah satu-satunya pelaku kejahatan dan hingga 20 tentara AS berkolaborasi dalam pembantaian itu. (*/pok)

QR Code

Scan untuk membuka halaman ini di smartphone Anda

QR Code

Video

Advertisement