• BREAKING NEWS
  • REAL MADRID JUARA COPA DEL REY USAI TAKLUKKAN BARCELONA 2-1BREAKING NEWS
  • HANURA BATAL USUNG WIN-HTBREAKING NEWS
  • EMIR MOEIS DIVONIS 3 TAHUN PENJARABREAKING NEWS
  • PKS UTAMAKAN KOALISI DENGAN PARTAI ISLAMBREAKING NEWS
  • KPK: ANAS URBANINGRUM TERANCAM HUKUMAN BERATBREAKING NEWS
  • DISDIK DKI: UN DI JAKARTA SUDAH SIAP 100%BREAKING NEWS
  • KPK PERIKSA PETINGGI TV ONE DAN ANGGOTA POLRI TERKAIT KASUS ANASBREAKING NEWS
  • RANO KARNO DISEBUT TERIMA RP 2 MILIAR DARI WAWANBREAKING NEWS
  • PEMPROV DKI TARGETKAN SUNGAI BEBAS SAMPAH TAHUN 2015BREAKING NEWS
  • PANWASLU DESAK KPU SEGERA PUBLIKASIKAN PELANGGAR KAMPANYEBREAKING NEWS
  • KM 90 MACET TOTAL TANPA PENGAWASAN PIHAK YANG TERKAIT SEJAK KAMIS 27/08/14BREAKING NEWS
  • KM 90 TOL CIPULARANG KEMBALI AMBRUK SATU TRUK KONTAINER AMBLAS DI BAHU JALANBREAKING NEWS
  • BOEDIONO MASUK DAFTAR TERDAKWA SAKSI CENTURYBREAKING NEWS
  • BAYERN MUNCHEN JUARA BUNDESLIGABREAKING NEWS
  • WIRANTO KLAIM HANURA BERSIH DARI KORUPSIBREAKING NEWS
  • PRABOWO SUBIANTO OPTIMIS JADI PRESIDENBREAKING NEWS
  • 20 TENTARA YAMAN TEWAS DALAM SERANGAN AL-QAEDABREAKING NEWS
  • TURKI BLOKIR AKSES JEJARING SOSIAL TWITTERBREAKING NEWS
  • PKS: KUALITAS SBY LEBIH BAIK DARI JOKOWIBREAKING NEWS
  • PDIP JATIM RESTUI RISMA GANTIKAN JOKOWI DI JAKARTABREAKING NEWS
HOME  »  INTERNASIONAL  »  AMERIKA

Kamis, 18 April 2013 18:53 WIB

AS Siap Serang Suriah Dengan 20.000 Tentara

  • Views: 2,471
  • Komentar:
AS Siap Serang Suriah Dengan 20.000 Tentara

WartaNews, Pentagon - Militer AS mengerahkan pasukan lebih banyak ke Yordania sebagai bagian dari rencana untuk mengirimkan 20.000 tentara lagi dalam upaya untuk menyerang Suriah dengan dalih mengamankan senjata kimia negara itu.

Pentagon mengirimkan hampir 200 tentara dari 1 Divisi Lapis Baja untuk mendirikan sebuah "markas kecil" di dekat perbatasan Yordania dengan Suriah dan merencanakan operasi militer potensial, termasuk penumpukan cepat pasukan Amerika jika Gedung Putih memutuskan intervensi yang diperlukan," The Los Angeles Times melaporkan pada hari Kamis (18/4), mengutip pernyataan pejabat senior AS.

Langkah ini menandai penyebaran pertama bahwa para pejabat militer Amerika telah secara eksplisit menggambarkan sebagai langkah yang mungkin terhadap keterlibatan militer langsung di Suriah, tambah harian tersebut.

Kontingen pertama pasukan AS kemungkinan tiba di Yordania bulan ini, kata laporan itu mengutip pejabat militer, tetapi sebagian besar tiba bulan Mei dan akan berbasis di sebuah instalasi militer Yordania.

Laporan itu menambahkan, Pentagon juga telah membuat rencana untuk memperluas kekuatan 20.000 tentara atau lebih jika perlu, termasuk membawa tim operasi khusus untuk menemukan dan mengamankan stok senjata kimia Suriah, unit pertahanan udara AS untuk wilayah udara penjaga Yordania, dan unit militer konvensional yang mampu bergerak ke Suriah jika diperlukan.

Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengungkapkan penyebaran militer, Rabu kemarin, dalam kesaksian di depan Senat Komite Angkatan Bersenjata. Tetapi ia juga membuat penjelasan bahwa ia dan Presiden AS Barack Obama tetap sangat waspada terhadap intervensi di Suriah seperti pasukan AS berusaha untuk menarik diri dari 12 tahun perang di Afghanistan, menurut laporan tersebut.

Sementara Ketua Gabungan Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Martin Dempsey memperingatkan pada saat yang sama kepada Senat sidang komite bahwa pengiriman pasukan Amerika untuk Suriah bisa memiliki konsekuensi yang tak terduga.

"Saat aku duduk di sini hari ini, Senator, saya tidak melihat pengenalan kekuatan militer akan menghasilkan hasil yang kita cari," kata Dempsey.

"Saya tidak berpikir itu harus dibiarkan belum terselesaikan, biarkan aku menjelaskan tentang hal itu. Tapi pengenalan kekuatan militer sekarang pasti memiliki kemungkinan membuat situasi semakin buruk."

Sementara Dempsey mendukung intervensi militer AS di Suriah pada musim gugur tahun 2012, bersama dengan itu Direktur CIA David Petraeus, sebelumnya Kepala Pentagon Leon Panetta dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Menurut laporan itu, Hagel dijadwalkan untuk mengunjungi Timur Tengah pekan depan, yang akan mencakup pemberhentian pada pendukung utama dari tawaran militer anti-Damaskus Israel, Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab dan Mesir. Seluruh perjalanan diharapkan untuk fokus pada Suriah. (*/gok)

QR Code

Scan untuk membuka halaman ini di smartphone Anda

QR Code

Video

Advertisement