• BREAKING NEWS
  • RYAN GIGGS GANTIKAN POSISI DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • POLISI SEGERA PANGGIL KEPALA SEKOLAH JISBREAKING NEWS
  • KONFLIK PPP TAK PENGARUHI PENCAPRESAN PRABOWOBREAKING NEWS
  • PKL SERBU KANTOR RIDWAN KAMILBREAKING NEWS
  • KPK DIDESAK UNTUK USUT BCABREAKING NEWS
  • GAGAL NYAPRES, RHOMA IRAMA JADI RAJA DANGDUT LAGIBREAKING NEWS
  • HADI POERNOMO DICEGAH KE LUAR NEGERIBREAKING NEWS
  • MANCHESTER UNITED RESMI PECAT DAVID MOYESBREAKING NEWS
  • REAL MADRID JUARA COPA DEL REY USAI TAKLUKKAN BARCELONA 2-1BREAKING NEWS
  • HANURA BATAL USUNG WIN-HTBREAKING NEWS
  • EMIR MOEIS DIVONIS 3 TAHUN PENJARABREAKING NEWS
  • PKS UTAMAKAN KOALISI DENGAN PARTAI ISLAMBREAKING NEWS
  • KPK: ANAS URBANINGRUM TERANCAM HUKUMAN BERATBREAKING NEWS
  • DISDIK DKI: UN DI JAKARTA SUDAH SIAP 100%BREAKING NEWS
  • KPK PERIKSA PETINGGI TV ONE DAN ANGGOTA POLRI TERKAIT KASUS ANASBREAKING NEWS
  • RANO KARNO DISEBUT TERIMA RP 2 MILIAR DARI WAWANBREAKING NEWS
  • PEMPROV DKI TARGETKAN SUNGAI BEBAS SAMPAH TAHUN 2015BREAKING NEWS
  • PANWASLU DESAK KPU SEGERA PUBLIKASIKAN PELANGGAR KAMPANYEBREAKING NEWS
  • KM 90 MACET TOTAL TANPA PENGAWASAN PIHAK YANG TERKAIT SEJAK KAMIS 27/08/14BREAKING NEWS
  • KM 90 TOL CIPULARANG KEMBALI AMBRUK SATU TRUK KONTAINER AMBLAS DI BAHU JALANBREAKING NEWS
HOME  »  INTERNASIONAL  »  AMERIKA

Rabu, 03 April 2013 20:37 WIB

PBB Loloskan Perjanjian Baru Perdagangan Senjata Internasional

  • Views: 743
  • Komentar:
PBB Loloskan Perjanjian Baru Perdagangan Senjata Internasional

WartaNews, New York - Majelis Umum PBB telah mengesahkan perjanjian untuk mengatur perdagangan senjata internasional bernilai miliaran dolar dengan 154 negara yang memberikan suara mendukung rancangan resolusi.

PBB telah meloloskan Perjanjian Perdagangan Senjata (ATT) untuk mengatur perdagangan senjata konvensional internasional, yang diperkirakan mencapai US$ 70 miliar per tahun.

Pedagang senjata utama seperti Cina dan Rusia dan pembeli senjata seperti Mesir dan India termasuk di antara 23 negara abstain, sementara Suriah, Korea Utara dan Iran memberikan suara menentang perjanjian atas ketentuan yang bermotivasi politik.

"Hak untuk memperoleh dan mengimpor senjata untuk kebutuhan keamanan (negara importir) mereka tunduk pada penghakiman diskresioner dan penilaian yang sangat subjektif dari negara-negara pengekspor. Itulah sebabnya teks ini sangat abusable dan rentan terhadap politisasi, manipulasi dan diskriminasi," kata Wakil Tetap Iran untuk PBB Gholam-Hossein Dehqani selama sesi.

Wakil Tetap Kuba untuk PBB Rodolfo Reyes Rodriguez juga mengatakan selama sesi, "Ini adalah dokumen yang tidak seimbang dan terasa sebagai kepentingan negara pengekspor senjata."

Duta Besar Venezuela untuk PBB Jorge Valer mengatakan perjanjian tidak mengakui hak-hak semua negara untuk memperoleh, memproduksi, ekspor, impor, dan memiliki senjata konvensional untuk tujuan keamanan.

Dalam konferensi PBB pada akhir ATT di New York pada tanggal 28 Maret, Iran memprotes "kelemahan hukum dalam perjanjian perdagangan senjata yang seharusnya diperbaiki."

Duta Besar Iran untuk PBB Mohammad Khazaei mengatakan bahwa meskipun upaya Iran untuk memperbaiki kekurangan berbagai kasus hukum dalam rancangan perjanjian dalam kerangka perundingan yang serius dan konstruktif, penyusunan rancangan akhir adalah "bermotif politik" dan draft itu "bias" sehingga tidak dapat diterima.

Dia menunjuk kegagalan untuk memasukkan larangan penjualan senjata untuk "agresor" dan masuknya paragraf tertentu dalam mendukung sejumlah pemerintah tertentu sebagai sumber utama keberatan terhadap draf dokumen.

Perjanjian itu berlaku untuk semua senjata konvensional dalam kategori tank tempur, kendaraan tempur lapis baja, sistem artileri kaliber besar, pesawat tempur, helikopter penyerang, kapal perang, rudal dan peluncur rudal, senjata kecil dan senjata ringan, menurut teks rancangan itu.

Menurut Kantor PBB untuk Urusan Perlucutan, kekerasan pembunuhan lebih dari setengah juta orang setiap tahun, termasuk 66.000 perempuan dan anak perempuan.

Sekitar 800 pekerja kemanusiaan tewas dan hampir 700 cedera dalam serangan bersenjata di seluruh dunia antara tahun 2000 dan 2010. (*/rok)

QR Code

Scan untuk membuka halaman ini di smartphone Anda

QR Code

Video

Advertisement