Advertisement

PBB Kecam Perlakuan Buruk Kanada Terhadap Penduduk Asli

  • Komentar:
  • View: 604
PBB Kecam Perlakuan Buruk Kanada Terhadap Penduduk Asli
WartaNews, Ottawa - Seorang pejabat PBB telah mengecam Kanada untuk penanganan lemah dari masalah besar yang dihadapi masyarakat adat di negara itu dan mengatakan Kanada sedang menghadapi krisis dalam hal perlakuannya terhadap pribumi.

Pelapor Khusus PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat James Anaya membuat pernyataan dalam konferensi pers di Ottawa, setelah selesainya penyelidikan sembilan hari pada situasi penduduk asli Kanada.

Anaya menekankan bahwa penduduk asli Kanada mengalami kekerasan, kejahatan, pengangguran, bunuh diri dan perumahan tidak memadai yang mengarah ke berbagai masalah kesehatan di kalangan masyarakat adat.

"Dari semua yang telah saya pelajari, saya hanya bisa menyimpulkan bahwa Kanada menghadapi krisis ketika yang datang ke situasi masyarakat adat negara itu," katanya.

Pejabat PBB lebih lanjut menggarisbawahi bahwa pemerintah Kanada masih memiliki jalan panjang untuk mempersempit kesenjangan kesejahteraan antara penduduk asli dan non-Aborigin.

Anaya juga mendesak pemerintah federal untuk meluncurkan penyelidikan komprehensif dan nasional kasus hilangnya dan dibunuhnya wanita aborigin, sesuatu yang pemerintah Kanada telah menolak untuk melakukannya.

Dia melanjutkan untuk menggambarkan kasus yang belum terselesaikan, korban hilang dan perempuan Aborigin yang dibunuh sebagai fenomena mengganggu dan epidemi.

"Peringkat Kanada konsisten di dekat bagian atas di antara negara-negara sehubungan dengan standar pembangunan manusia, namun orang pribumi hidup dalam kondisi mirip dengan yang di negara-negara yang peringkat jauh lebih rendah dan di mana kemiskinan berlimpah," Anaya lebih lanjut menyatakan.

Menurut sensus 2011, Kanada memiliki 1,4 juta penduduk asli, yang hampir 4,3 persen dari populasi keseluruhan.

Sejumlah kelompok aborigin Kanada memblokir sebentar jalan dan jalur kereta api pada bulan Januari sebagai bagian dari upaya protes nasional yang disebut "Tak Ada Lagi Pengangguran" terhadap kondisi hidup yang buruk dari banyak orang pribumi.

Selanjutnya, aliansi kelompok-kelompok pribumi Kanada dan Amerika bersumpah untuk memblokir tiga pipa yang diusulkan yang direncanakan untuk mengangkut minyak dari pasir tar di Alberta melalui Amerika Serikat.

Penduduk asli mengeluh bahwa berbagai tingkat pemerintahan di Kanada belum memadai berkonsultasi dengan mereka sebelum menyetujui eksploitasi sumber daya alam yang terbentang di mana masyarakat adat sebagai tanah leluhur mereka. (*/fok)

Advertisement
PRABOWO SUBIANTO HADIRI PELANTIKAN JOKO WIDODO-JUSUF KALLA
BREAKING NEWS
JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA RESMI MENJADI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BREAKING NEWS
JOKOWI-JK IKUTI GELADI KOTOR PELANTIKAN DI SENAYAN
BREAKING NEWS
PERUSAHAAN MICROSOFT AKAN MEMANGKAS 18.000 PEKERJANYA PADA TAHUN 2015
BREAKING NEWS
PEMILIHAN PIMPINAN MPR, KOALISI INDONESIA HEBAT KEOK
BREAKING NEWS
WARTANEWS.COM MENGUCAPKAN SELAMAT HUT TNI KE 69
BREAKING NEWS
GUGATAN UU MD3 PDIP DITOLAK MK
BREAKING NEWS
Hull City vs Manchester City 2-4
BREAKING NEWS
Chelsea vs Aston Villa 3-0
BREAKING NEWS
Liverpool vs Everton 1-1
BREAKING NEWS